Berita Utama

Dinkes Hindari Fogging

594 Kasus DBD, Dua Orang Wafat

Radarbekasi.id – Dinas Kesehatan Kota Bekasi menghindari pengasapan atau Fogging untuk pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Meskipun, terdapat 594 kasus DBD sejak Januari hingga November 2018 di seluruh kecamatan se-Kota Bekasi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, tiga kecamatan dengan kasus DBD terbanyak yakni Bekasi Utara, Bekasi Barat dan Jatiasih. Rinciannya, Kecamatan Bekasi Utara dengan 129 kasus, Kecamatan Bekasi Barat 107 kasus dan Kecamatan Bekasi Timur sebanyak 69 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kota Bekasi, Dezi Syukrawati mengatakan, pihaknya menghindari pengasapan dikarenakan sisa dari semprotannya dapat memicu kanker jika terlalu sering terhisap oleh manusia. Karena, semprotan itu akan menghasilkan zat karsinogenik.

Tahun ini, pihaknya akan melaksanakan Fogging selektif. Artinya, pengasapan hanya dilakukan di lokasi yang terdapat kasus DBD.

“Efek samping lagi kalau Fogging, kalau kebanyakan Fogging sisa semprotan obat bercampur dengan bensin bercampur dengan solar nempel di dinding di meja, itu lama-lama kan kalau keseringan Fogging kehisap sama kita itu memicu kanker,” katanya saat ditemui Radar Bekasi, Senin (14/1).

Selain itu, kata dia, Fogging hanya mematikan nyamuk dewasa.  Sementara, larva yang berada di genangan air di lingkugan warga tidak akan mati.

Untuk pencegahan DBD, Ia menghimbau agar masyarakat membersihkan lingkungan sekitarnya. Mulai dari rumah masing-masing dengan memperhatikan genangan air disekitar rumah dan tampat penampungan air.

Pihaknya juga telah membentuk Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang direkrut dari masing – masing kepala keluarga. Sehingga, setiap satu rumah aka nada satu Jumantik.

“Sudah banyak dibentuk (Jumantik), hampir di seluruh wilayah. Nah tinggal masyarakatnya mau nggak konsisten nih menggerakkannya. Karena kan dia harus periksa rumahnya sendiri nnggak usah rumah tetangga, rumah dia aja,” ungkapnya.

Sementara itu, data pasien DBD yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi tercatat sebanyak 20 pasien DBD sepanjang November  hingga Desember. November dua pasien dan Desember 18 pasien.

Kabid Perawatan RSUD dr Chasbullah Abdulmajid, Sudirman menuturkan, terjadi peningkatan jumlah pasien dibanding tahun 2017. Karena, oada tahun sebelumnya hanya ada satu kasus pada rentan waktu yang sama.

“Secara jumlah memang ada peningkatan, artinya ada sesuatu nh diitngkat preventif mungkin ya, ditingkatan masyarakat karena kita kan kuratif ya, kita bicara data di RSUD kita tidak bicara data di Kota Bekasi,” ungkapnya.

“Anak-anak yang lebih dominan, penyebabnya kan secara keilmuan ya daya tahan tubuh anak lebih rendahlah dibanding dewasa, apalagi anak-anak dibawah usia tiga tahun,” tutupnya. (sur)

Related Articles

Back to top button