Berita Utama

Korban Limbah Lahan Kosong Bertambah

Radarbekasi.id – Korban yang kakinya melepuh usai bermain di lahan kosong di Kampung Kramat Blencong, RT 01 RW 020, Desa Segaramukti ternyata terdapat tiga orang. Selain bocah berinisial MBW (9) dan RSP (8), juga ada MR (8).

Dwi Rahajeng (26), orang tua dari MR mengaku panik setelah mengetahui kaki anaknya melepuh usai bermain di lahan kosong  tersebut pada Kamis (10/1).

Ia menuturkan, pada hari kejadian dia sedang memasak di rumahnya. Kondisi rumahnya sepi karena suami bekerja.  Tiba-tiba anaknya pulang dengan menangis dan melaporkan kondisi kakinya yang melepuh. Karena panik, dia segera mencari bantuan kepada tetangga rumahnya untuk mengobati kaki anaknya.

Tetangga berpendapat bahwa anaknya terkena bahan kimia yang berada di lahan kosong tersebut dan disarankan agar kaki anaknya diobati menggunakan minyak dan odol.

“Pertolongan pertama saya pakaiin minyak dan odol, lalu pas magrib langsung saya bawa ke klinik, dan warga melapor ke polisi hari itu juga,” kata Dwi dikediamannya yang berada di Kampung Blencong RT 06 RW 12, Desa Segara Makmur, Senin (14/1).

Menurut dia, kondisi kaki anaknya pada saat pulang ke rumah hanya memerah. Namun, selang satu jam kemudian, kondisinya melembung sehingga harus dibawa ke klinik.

Ibu tiga orang anak ini mengungkapkan, lahan kosong tersebut merupakan lokasi anak-anak bermain setiap hari.

Dia menjelaskan, kaki anak pertamanya tersebut melepuh karena menolong kedua temannya yang kakinya terperosok ke dalam tanah tersebut.

“Jadi dia ini nolong temannya, mungkin kebawa saat nolongin, karena dua orang (kaki) temannya sudah masuk ke dalam, artinya tanah ini ngejebros atau ambles saat di injek. Bahkan luka kedua temannya lebih parah, dan sekarang masih dirawat di rumah sakit Koja,” tuturnya.

Dikatakan Dwi, luka di kaki anaknya dibagian sebelah kiri sebenarnya cukup parah. Namun karena menolak untuk dirawat di rumah sakit, akhirnya hanya berobat jalan. “Kalau anak saya takut kerumah sakit, makanya diobatin dirumah,” ujarnya.

Ia menyatakan, pemilik lahan sudah ada itikad baik untuk mau memberikan pengobatan kaki anaknya sampai sembuh. “Saya hanya meminta pertanggung jawaban saja sampai sembuh,” tukasnya.

Pantauan Radarbekasi.id, lokasi lahan yang sudah terpasang garis polisi tersebut berukuran 3 meter  x 4 meter. Tanah berwarna hitam itu mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Disekitar lokasi terlihat area pembuangan limbah. Sejumlah orang terlihat beraktivitas di lokasi sekitar lahan tersebut.

Sebelumnya, Polsek Tarumajaya tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Kapolsek Tarumajaya, AKP Agus Rohmat mengatakan, lahan kosong tersebut merupakan tempat pembuangan tanah boncos.

Sejauh ini, ujar dia, pemilik lahan tersebut sudah berkomunikasi dengan para orang tua korban. Rencananya, besok kepolisian akan melakukan pemanggilan terhadap pemilik lahan untuk dimintai keterangan.

“Kita sudah tahu pemilik tanah ini siapa, dalam waktu dekat pemilik tanah ini akan kita panggil untuk mencari informasi mengenai tanah tersebut. Informasinya pemilik lahan sudah komunikasi dengan orang tua korban,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (13/1).

Pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi lahan tersebut. Dia mengungkapkan, bahwa lahan tanah itu kemungkinan menjadi lokasi pembuangan limbah batu baru. Untuk memastikannya, polisi telah mengambil sampel tanah untuk dilakukan uji laboratorium. “Kemungkinan itu limbah batu bara, kita akan ambil sempel untuk di uji laboratorium,” ujarnya. (pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker