Berita Utama

Pelaku UMKM Belum Tahu Ongkir Naik

Radarbekasi.id – PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menaikan ongkos kirim (ongkir) akibat dampak dari kebijakan bagasi berbayar yang dilakukan oleh operator maskapai penerbangan nasional. Namun, kenaikan ongkir ini belum diketahui pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bekasi.

Media Relations Sub Unit Head JNE, Wisnu Widodo, mengaku kebijakan bagasi berbayar membuat perusahaan menaikan ongkir. Namun demikian, dia belum menjelaskan besaran kenaikan ongkir.

“Besok (hari ini,red) sudah berlaku ongkos kirim JNE. Untuk besarannya nanti kami kami informasikan melalui press release resmi,” ujar Wisnu pesan singkatnya, Senin (14/1).

Sementara itu, Ketua UMKM Makanan dan Minuman (Mamin) Kota Bekasi, Afif Ridwan mengaku belum mengetahui informasi kenaikan ongkir JNE tersebut.

“Saya belum tahu ada kenaikan. Besarannya juga belum tahu,” ungkap pemilik usaha Bandeng Rorod tersebut.

Afif menyampaikan, biasanya ongkir ditanggung oleh pembeli. Oleh karena itu, kenaikan ongkir tidak terlalu berdampak kepada keberlangsungan bisnisnya.

Kendati demikian, dia belum bisa memastikan dampak kedepan bagi bisnis UMKM. “Belum tahu nih, tergantung daya beli konsumen. Mau (atau) enggak ongkirnya naik?,” tukasnya.

Hal senada disampaikan oleh Pemilik Ivana Cakes, Ivana Indriany. Dia belum mengetahui ongkir tersebut. Namun demikian, pemilik usaha dibidang makanan ringan ini tak mempermasalahkan kenaikan ongkir JNE.

“(Kenaikan) tarif sebenarnya enggak masalah asal sesuai dengan pelayanan,’ ungkap perempuan yang pernah bekerja sebagai pramugari tersebut.

Pelayanan yang dimaksud ialah seperti ketepatan waktu pengiriman serta merespon cepat apabila ada komplain dari konsumen. “Karena saya sudah dua kali klaim belum pernah di accepted (diterima),” ujarnya.

Padahal diakuinya, cukup rutin menggunakan jasa pengiriman JNE untuk mengantarkan pesanan produk kepada pelanggannya di sejumlah wilayah di Indonesia. Seperti Padang, Balikpapan, dan Surabaya.

“Satu minggu bisa 2 sampai 3 kali (kirim) keluar kota. Selebihnya via ojol (ojek online) dalam kota,” pungkasnya. (oke)

Related Articles

Back to top button