Berita Utama

Aktivitas Pembuangan Limbah Tidak Berizin

Polisi Periksa Pemilik Lahan

Radarbekasi.id – Pemerintah Desa Segaramakmur memastikan tidak pernah memberikan izin aktivitas di lokasi lahan yang menyebabkan tiga bocah kakinya melepuh.

Penjabat Kepala Desa Segaramakmur, Asma mengaku tidak pernah memberikan izin selama bertugas. “Apalagi sampai membuang limbah,” katanya saat dimintai keterangan dikediaman korban MR (8), Selasa (15/1).

Pihaknya sangat menyayangkan adanya tiga korban usai bermain di lokasi lahan yang berada di  Kampung Kramat Blencong RT 01/20.

Selama ini, kata dia, tidak ada konfirmasi dari pemilik lahan tentang adanya aktivitas pengurugan di lokasi tersebut. Padahal, kondisi itu sangat membahayakan dan merugikan warga sekitar.

“Dengan sikapnya yang tidak memberi informasi kepada kita, mengakibatkan kejadian seperti ini. Tentunya kita akan lakukan pemanggilan kembali,” ujar Asmad yang sebelumnya menjabat sebagai Seketaris Desa.

Menurutnya, pemanggilan kembali terhadap pemilik lahan akan dilakukan setelah para korban sembuh. Pemanggilan itu sekaligus meminta penjelasan tentang izin lokasi.

“Kalau mau mendapatkan izin tanah ini harus dibawa, dan mengurug dengan tanah yang benar. Nanti akan kita bicarakan setelah masalah korban yang sedang dirawat selesai,” tuturnya.

Sementara, Kapolsek Tarumajaya, AKP Agus Rohmat mengatakan,  untuk sementara penyelidikan masih ditangani pihaknya. Menurut dia, sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium yang sedang dilakukan.

“Misalkan sudah ketahuan hasilnya, kita akan berkordinasi kembali, polisi yang menangani apa kementrian. Jadi ada dua kemungkinan,” ucapnya.

Yang pasti untuk pemilik lahan dan yang menjaga lahan, sejauh ini sudah dimintai keterangan, Untuk pembuang sendiri masih tahap penyelidikan. Dan keterangannya, yang pasti mereka tidak tahu.

“Pemilik lahan ini Pa Hartono. Masih ada satu pemilik yang belum dipanggil. Jadi Hartono ini beli sama orang, walaupun belum semua dibayar, makanya pemilik sebelumnya akan kita panggil juga,” jelasnya. (pra) 

Related Articles

Back to top button