Berita Utama

Ratusan Warga Terjangkit HIV

Didominasi Remaja

Radarbekasi.id – Sebanyak 290 warga Kota Bekasi terjangkit HIV/AIDS sepanjang bulan Januari hingga November 2018. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Dezi Syukrawati.

Ia mengatakan, HIV/AIDS masuk dalam tiga penyakit yang paling banyak diderita warga Kota Bekasi sepanjang Januari hingga November 2018. Tiga penyakit tersebut yakni, HIV/AIDS, Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Hingga kini kita masih mengumpulkan data yang belum di rekap pasti akan bertambah jika sudah di rekap semuanya penyakit di tahun 2018 lalu,” katanya kepada Radar Bekasi saat dtemui di ruang kerjanya, Selasa (15/1).

Menurut Dezi, ketiga penyakit tersebut dialami semua usia. “Sedangkan untuk penyakit HIV paling besar diderita oleh anak muda atau remaja yang baru lulus sekolah,” tambahnya

Ia menghimbau agar para pemuda dan remaja harus menjauhi seks bebas dan penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Bagi yang ingin melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan terjangkit HIV/AIDS atau tidak, Dinkes Kota Bekasi membuka pelayanan konsultasi disetiap Puskesmas.

Penyakit yang juga masuk dalam tiga terbanyak di Kota Bekasi yakni ISPA. Sebanyak 102857 warga Kota Bekasi mengalami ISPA sepanjang bulan Januari hingga November 2018.

Ia menjelaskan, ratusan ribu warga yang terkena ISPA itu tercatat di 43 Puskesmas yang dimiliki Pemkot Bekasi. Angka tersebut kurang dari 10 persen dari pengunjung Puskesmas yang mencapai 1,2 juta jiwa warga

Menurutnya, ISPA masuk kedalam daftar tiga penyakit yang paling banyak menyerang masyarakat karena Kota Bekasi masuk kedalam salah satu kota di Indonesia dengan tingkat polusi yang cukup tinggi.

Ia menghimbau agar warga menjaga daya tahan tubuh agar dapat mecegah ISPA. Yakni, dengan pola makan yang teratur dan berolahraga.

Penyakit lain dengan jumlah terbanyak di Kota Bekasi yakni DBD dengan 594 kasus di 12 kecamatan

“Melihat hal tersebut kita akan terus melakukan pengobatan dan selalu mensosialisasi kepada warga masyarakat Kota bekasi agar tidak terkena penyakit, 2019 ini kita akan buat inovasi untuk pencegahan penyakit tersebut supaya tahun ini bisa menurun. Ya kita harap kerjasama masyarakat sangat kita butuhkan,” paparnya. (pay)

Related Articles

Back to top button