Pendidikan

Dosen Fikom UBJ Mendorong Minat Baca Siswa

Memberikan Pembekalan dan Pelatihan, Fasilitasi Siswa dengan Buku

Radarbekasi.id – Rendahnya minat baca dikalangan siswa saat ini, mendorong sejumlah dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya mengajak siswa untuk aktif membaca. Apa yang mereka lakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema Membangun Kemampuan Komunikasi Anak Melalui Membaca tersebut?

Sekolah dasar (SD) Dinaminamika Indonesia, menjadi salah satu target sasaran sejumlah Dosen Fakultas Komunikasi (Fikom) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ)  untuk melakukan kampanye gemar membaca buku. Pasalnya, minat membaca buku bagi siswa  SD Dinaminamika Indonesia masih sangat rendah.

Ya, Sekolah yang terletak tepat di pos timbang kedua truk sampah area TPST  Bantargebang ini, merupakan sekolah gratis. Siswanya adalah anak pemulung yang berada di sekitar TPS tersebut.”Di sini berbeda pada sekolah umumnya, cuma beli seragam dan buku beli sendiri, sisanya gratis. Cara mendidik murid kita punya metode berbeda, karena buat mereka (anak-anak) mau datang ke sekolah saja sudah paling bagus,” ujar Kepala Sekolah SD Dinamika Indonesia, Nasarudin, belum lama ini.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah dosen Fikom UBJ untuk melakukan pengabdian masyarakat dengan mengkampanyekan gerakan membaca buku kepada siswa,”Sebagian besar para siswanya membaca. Nah, kami berharap meskipun mereka sambil bekerja tapi tidak meninggalkan budaya baca buku,”kata salah satu dosen Fikom UBJ, Asima Sitanggang.

Menurutnya, rendahnya minat baca tentunya dikarenakan beberapa alasan.Diantaranya yaitu, karena sistem pembelajaran yang belum memuat “keharusan” membaca buku, karena makin banyaknya jenis hiburan, tayangan TV, tempat rekreasi, bahkan permainan anak yang makin “menyingkirkan” waktu anak untuk membaca. Karena budaya baca memang sulit dikembangkan sebagai perilaku anak-anak.

“Selain itu, karena orang tua makin tidak peduli terhadap kebiasaan belajar dan kebiasaan membaca anak. Karena sifat malas yang kian merajalela di kalangan anak-anak, dan  tidak adanya sarana dan akses mendapat buku bacaan. Ternyata kemudahan memiliki gadget saat ini, pun menjadi salah satu penyebab rendahnya minat baca anak. Anak lebih senang bermain gadget daripada belajar dan membaca buku pelajaran.”paparnya.

Menurutnya, dari enam alasan anak malas membaca buku di SD Dinamika Indonesia yakni tidak adanya sarana  prasarana yang memadai serta minimnya kepedulian orang tua kepada anak terhadap budaya membaca,”Sehingga anak pun tidak terbiasa membaca,”imbuhnya.

Penuturan serupa disampaikan oleh kepala Program Studi (Kaprodi) Fikom UBJ,Nurul Fauziah. Dengan pembekalan dan pelatihan ini, katanya, diharapkan  mampu meningkatkan minat baca pada anak, khususnya siswa SD Dinamika Indonesisa.

Menurutnya, kemapuan membaca yang tidak hanya terbatas pada membaca tulisan tapi juga kemampuan memahami, mengingat dan menceritakan kembali bacaan yang telah di baca.

Dengan membaca menurutnya, perbendaharaan kata anak akan semakin banyak. Anak mempelajari nilai hidup yang baik yang mereka petik dari buku yang mereka baca. Hal tersebut akan, secara perlahan-lahan, membentuk karakter yang baik pada anak. Selain itu, anak semakin berani mengemukakan pendapatnya di depan umum dan memperkaya ide dan imajinasi atau pandangannya akan sesuatu hal yang menarik ataupun berguna baginya, baik di dalam kehidupan sehari-hari maupun di bidang akademik.

“Tidak hanya memberi pembekalan dan pelatihan, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga memfasilitasi anak dengan buku-buku bermanfaat berupa hadiah bagi mereka yang bisa menjawab pertanyaan dan sumbangan buku-buku bacaan di ruang kelas dan perpustakaan. “tandasnya. (*)

Related Articles

Back to top button