Berita Utama

Penyebar Hoaks Ijazah Jokowi Ngontrak di Bekasi

Radarbekasi.id – Penyebar hoaks ijazah palsu Presiden Joko Widodo, Umar Kholid Harahap (28) diketahui sempat tinggal di sebuah kontrakan di RT 04/02 Kelurahan Bekasijaya, Bekasi Timur.

Koordinator Trantib RT 04 /02, Jayadi menuturkan, Umar baru tinggal ditempat tersebut sekitar tiga bulan lalu.

Dirinya beserta warga sekitar tidak mengetahui pasti kegiatan sehari-hari Umar. Pasalnya Umar kerap berangkat meninggalkan kontrakan pada pagi hari dan pulang sudah larut malam.

“Ketemu sebulan sekali, waktu penagihan iuran aja, orang disitu kan baru, dia pergi pagi dan pulang malam, jadi kurang tahu persis, “ ungkapnya ketika di temui di Sekretariat RT.

Jayadi mengaku bahwa Umar tidak melaporkan diri kepada pihak RT setempat. Awalnya ia tidak mengetahui perihal keberadaan Umar, hingga dicari oleh pihak kepolisian.

Radar Bekasi yang sempat menyambangi kontrakan berwarna abu-abu itu hanya melihat dua pasang alas kaki di depan pintu yang tertutup rapat.

Ketua RT 04 / 02, Kelurahan Bekasijaya, Nara’is Soleh membenarkan bahwa Umar baru tiga bulan tinggal, dan tidak melaporkan dirinya kepada pengurus RT setempat.

“Baru hampir tiga bulanan (tinggal) pas dia datang juga nggak melapor ke saya, nggak melapor ke RT berkas juga nggak punya “ ungkapnya.

Dirinya menuturkan pihak kepolisian datang sejak pukul 17.30 pada hari Jum’at (18/1), saat ia pulang bekerja polisi kembali datang dan menanyakan perihal keberadaan Umar. Sementara pihak RT belum memiliki berkas identitas atas nama tersebut.

Akhirnya pihak kepolisian dibantu oleh jajaran RT 04 berpencar untuk mencari orang yang dimaksud. Sabtu (19/1) dinihari sekitar pukul 00.30 Umar ditemukan di salah satu kontrakan di wilayah tersebut. Menurut keterangan pengurus RT, Umar kemudian langsung dibawa oleh pihak kepolisian menggunakan mobil .

“Iya, mungkin kedepan juga saya akan menertibkan kembali administrasinya, saya pertegas pemilik kontrakan apabila ada yang masuk harus melapor  “ imbuhnya.

Diketahui, Umar melalui media sosial menuding ijazah SMA Presiden Jokowi palsu. Menurutnya Jokowi bukan lulusan SMA Negeri 6 Solo seperti yang selama ini diketahui.

Akibat ulahnya itu polisi menjerat Umar dengan Pasal 14 ayat 2, Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, dan/atau Pasal 207 KUHP. Tapi, karena ancamannya di bawah dua tahun, tersangka tak ditahan. (sur)

Close