Berita UtamaRealtime

Geng Motor Sadis Pelaku Penikaman Mahasiswa UIN Sudah 20 Kali Beraksi

Radarbekasi.id – Geng motor sadis yang melakukan penikaman terhadap mahasiswa UIN Jakarta sudah beberapa kali melakukan aksi kejahatannya di Kabupaten Bekasi.

“Pelaku mengaku sudah 20 kali melakukan kejahatan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito saat ungkap kasus di Mapolres Metro Bekasi, Rabu (23/1).

Polisi berhasil menangkap para pelaku geng motor sadis tersebut. Mereka berinisial AZ, KF, JK, BS, dan AM, sementara KK, AG, AD, masuk daftar pencarian orang (DPO).

Puluhan aksi kejahatan yang mereka lakukan menyebabkan dua korbannya meninggal dunia. Pertama, Luki Rahman, dia dibacok dan sepeda motornya dirampas di Jalan Pulosirih, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, pada 15 November 2018. Pelaku yang terlibat ialah AZ,  KF,  JK, KK (DPO) dan AG (DPO).

Korban kedua Yusuf. Mahasiswa UIN Jakarta ini dibacok saat berada di warung milik orang tuanya di Kampung Buniayu, Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, pada 16 Desember 2018. Pelaku yang terlibat ialah AZ, KF, JK, BS, AM, KK (DPO), AG (DPO), AD (DPO).

Mereka juga merupakan pelaku pembacokan terhadap Herbowo Darminto. Adik dari artis Vicky Prasetyo ini dibacok saat sedang nongkrong bersama temannya di Jalan Gatot Subroto, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada 7 Desember 2018. Pelaku yang terlibat ialah Z, KF, JK, AM, KK (DPO), AG (DPO), dan AD (DPO),

Menurut AKBP Marito, delapan pelaku tersebut tidak selalu bersama-sama saat melakukan aksinya. Kendati demikian, mereka selalu membekali diri dengan senjata tajam untuk melukai korbannya apabila melakukan perlawanan.

Tidak adanya pekerjaan tetap menjadi salah satu faktor geng motor tersebut melakukan aksi sadisnya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hasil dari kejahatan juga gunakan untuk berfoya-foya.

“Pelaku ini sehari-hari menganggur, bisa dibilang ini mata pencariannya. Selain itu pelaku juga ingin geng motornya dikenal,” tukasnya.

Dalam kasus ini, pelaku mengamankan barang bukti berupa satu bilah celurit,  satu unit sepeda motor Honda vario Nomor polisi B-4755-FRX, serta dua buah kotak HP merk Xiomi type A4. Para pelaku dikenakan kasus pengeroyokan, penganiayaan, dan pencurian dengan kekerasaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara, pasal 351 KUHP tentang penganiyaan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasaan ancaman hukiman maksimal 20 tahun penjara. (pra).

Related Articles

Back to top button