Berita Utama

Bawaslu Tunggu Kajian Dewan Pers

Radarbekasi.id – Tabloid Indonesia Barokah disebut tidak masuk dalam kategori kampanye. Penilaian tersebut berdasarkan kajian Bawaslu Provinsi Jawa Barat bersama Gugus Tugas Pemberitaan dan Penyiaran Kampanye Tabloid Indonesia Barokah.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Barat, Zaki Hilmi mengatakan, jika dikaji dari unsur kampanye, tabloid itu tidak memenuhi unsur.

“Kalau yang dimaksud dari kajian kampanyenya, kan definisi kampanye adalah dilaksanakan oleh pelaksana, tim atau pihak yang ditunjuk berisi visi misi atau citra diri, citra diri itu ada nomor partai nomor calon, foto dan sebagainya, itu enggak masuk dari sisi itunya,” kata Zaki kepada Radar Bekasi, Jumat (25/1).

Saat ini, pihaknya menyerahkan kepada Dewan Pers untuk melakukan kajian terkait dengan konten pada tabloid itu. Sehingga, dapat dipastikan apakah konten dalam tabloid yang dikirimkan ke 21 kota kabupaten di wilayah Jawa Barat itu merupakan produk jurnalistik atau bukan.

Jika sudah ada hasil kajian, maka proses dapat dilanjutkan. Kemudian, dapat diketahui apakah masuk dalam kategori pelanggaran lain baik mengarah pada pidana pemilu atau pidana umum.

“Pidana pemilu kalau kontennya dinilai dewan pers tidak memenuhi unsur jurnalistik, tapi menghasutnya masuk. Nah itu kan masuk ke Bawaslu,” ujar pria yang sempat menjadi komisioner KPU Kabupaten Bekasi ini.

Zaki menambahkan, Bawaslu Jawa Barat menghimbau agar masyarakat tetap kritis dan cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi dari berbagai sumber.

Sebelumnya, Tabloid Indonesia Barokah yang diduga berisi konten tendensius terhadap salah satu pasangan calon presiden tersebar di sejumlah masjid. Tabloid itu diketahui disebar lewat paket kiriman pos hingga jasa aplikasi ojek daring.

Di Kota Bekasi tabloid itu tersebar di 12 masjid masing – masing tiga eksemplar. Sementara, di Kabupaten Bekasi tersebar 21 masjid dengan jumlah sekitar 41 eksemplar. (neo)

Related Articles

Back to top button