Berita Utama

Atasi DBD dengan PSN

Radarbekasi.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi segera melakukan persiapan untuk melaksanakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD). Rencananya, kegiatan tersebut akan dihelat secara serentak di seluruh wilayah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati mengatakan, kegiatan PSN dilakukan atas perintah Wali Kota Bekasi. Pihaknya pun sudah mempersiapkan surat edaran terkait instruksi untuk kegiatan PSN.

“Ke seluruh wilayah mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT RW. Ini bentuk kewaspadaan terkait DBD,” katanya, Jumat (1/2).

Saat ini, Lanjut dia pihaknya masih berkoordinasi dengan seluruh unsur pemerintah kota dan elemen masyarakat agar PSN ini bisa benar-benar dilakukan serentak sebagai upaya mencegah dan menekan angka DBD di Kota Bekasi.

“Ini kita lagi aturan dan rapatnya, kita ingin ini menjadi kegiatan serentak. Anak sekolah kita ikut sertakan juga. PSN ini langkah paling efektif dalam melakukan pencegahan DBD,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK) dipastikan dapat menanggung biaya pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). Sehingga, pasien DBD yang merupakan pengguna KS – NIK tidak lagi dipungut biaya. Demikian hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Ia mengungkapkan, masyarakat Kota Bekasi tidak perlu khawatir untuk berobat. Hanya saja, ada beberapa ketentuan yang ditempuh seperti ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terlebih dahulu.

Menurut Tri, KS-NIK merupakan bukti bahwa pemerintah hadir untuk memfasilitasi masyarakat. Supaya, masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan. Hal itu ia sampaikan usai mengunjungi pasien DBD di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.

“Sekali lagi saya tegaskan, disini Kartu Sehat tetap bisa digunakan, hanya saja ada beberapa ketentuan yang harus dijalani. Bagi masyarakat jangan takut untuk berobat, pokoknya kalau ada RS yang menolak segera adukan ke kami (Pemerintah Kota Bekasi),” ungkapnya. (dyt/pojokbekasi)

Related Articles

Back to top button