Berita Utama

Perkenalkan Konsep Fast Baitullah

Radarbekasi.id – Penyelenggara Haji & Umroh, PT. Aida Tourindo Wisata dan PT. Renata Wisata Prima memperkenalkan konsep Fast Baitullah dalam berumrah. Konsep ini dapat membuat ibadah umrah lebih bermakna.

Direktur Utama PT. Renata Wisata Prima, Ridwan Mukri mengungkapkan, umrah merupakan sebuah ibadah penuh makna yang senantiasa dilakukan oleh umat muslim sebelum mereka mampu melaksanakan ibadah haji. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, ujar dia, antusias masyarakat untuk menjalankan umrah harus dijadikan media pembangunan karakter bukan hanya sekedar ritual keagamaan.

“Jadi bayangkan antusias masyarakat yang luar biasa, harusnya umrah dan haji menjadi suatu pembangunan karakter bukan sekedar ritual. Tapi mereka kita ajak untuk membangun akhlaknya juga,” ujar Ridwan disela peresmian kantor operasional PT. Aida Tourindo Wisata dan PT. Renata Wisata Prima di Ruko Perkantoran Sun City Square, Minggu (3/2).

Menurut dia, pembangunan akhlak sangat penting sehingga masyarakat yang selesai menjalankan umrah dapat ikut membangun Indonesia dan meneladani sikap rasul serta sahabatnya. Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan konsep Fast Baitullah membuat umrah yang dikelola oleh travelnya berbeda dengan travel lain.

“Di Nabawi mereka akan kita ajak untuk sama-sama mengenal lebih dalam tentang Rasulullah, jadi bukan hanya sekedar shalat bolak-balik di masjid Nabawi tapi kita ajak mengenang perjuangan Rasulullah, kita ajak mereka untuk mendalami empat sifat rasul, fathonah, amanah, shiddiq, tabligh,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. Aida Tourindo Wisata, Husen Badeges mengatakan, perusahaan travelnya berdiri sejak 2000. Menurut dia, persaingan bisnis travel untuk pemberangkatan haji dan umrah pada saat itu tidak seperti sekarang.

“Jadi waktu itu masih belum banyak travel-travel, saingan itu tidak seperti sekarang yang sudah banyak sehingga banyak juga yang menyalahgunakan,” ujarnya.

Penyalahgunaan bisnis perjalanan haji dan umroh tersebut dinilainya telah membuat citra buruk dan merusak nama baik travel lainnya yang memiliki izin resmi. (sur)

Related Articles

Back to top button