Berita Utama

Lambangkan Kemakmuran

Radarbekasi.id – Perayaan Tahun Baru Imlek  2019 di Bekasi berjalan kondusif. Ratusan umat khusyuk ibadah di klenteng  Tek Seng Bio Jalan KH Fudholi, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara.

Acara di salah satu klenteng tertua itu dimulai sejak Senin pukul 20.00 malam. Dimeriahkan dengan penampilan barongsai hingga pukul 21. 30 dilanjut prosesi ibadah hingga malam puncak pukul 00.00 dinihari.

Pantauan Radar Bekasi pada Selasa (5/2) sejumlah warga keturunan Tionghoa masih memadati setiap altar atau tempat ibadah di klenteng tersebut.

Salah satu jamaah klenteng Tek Seng Bio, Jeffry Yuliadi mengatakan, doa dipanjatkan agar di tahun babi tanah ini lebih baik dari tahun anjing tanah 2018.

“Acara puncak terjadi tadi malam (Senin), ada hiburan atraksi barongsai, lalu dilanjutkan sembahyang bersama, dan puncak ritualnya jam 12 malam. Walaupun sekarang masih ramai,” ucap lelaki yang akrab dipanggil Jeffry, Selasa (5/2).

Menurut Jeffry, prosesi ibadah sama dengan biasanya. Namun jelang imlek ada perayaan sembahyang bersama untuk menyambut tahun baru.

”Jadi ada ritual sembahyang bersama untuk menyambut detik-detik hari raya imlek.  Kalau semalam yang ikut ritual sembahyang bersama dan doa bersama sekitar 200 orang. Kalau saat hiburannya sekitar 1000 orang, karena banyak warga yang menonton,” tuturnya.

Mengenai simbol tahun babi tanah, Jeffy berharap bisa selalu diberi kemudahan dan kemakmuran.

“Jadi kita berharap ditahun yang baru ini tidak sulit mencari makan, mencari rezeki, dan makmur. Sesuai dengan simbol tahun ini yaitu babi,” jelasnya.

Perayaan Imlek di wilayah tersebut, ada 46 personel polisi berjaga, 13 di antaranya dari Polsek Cikarang, dua dari Kodim 0509, dan selebihnya dari Polres Metro Bekasi.

“Semalam kita melakukan penjagaan di klenteng yang ada di Cikarang Utara, dari awal sampai akhir, perayaan berlangsung aman tertib,” ucap Kapolsek Cikarang Komisaris Sujono.

Pantauan Radar Bekasi, ratusan warga Tionghoa juga memadati klenteng Hok Lay Kiong, klenteng tertua di Kota Bekasi yang terletak di Jalan Kenari 1, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur.

Klenteng yang berada diatas tanah berukuran 2000 meter tersebut dipenuhi masyarakat sejak Senin sore hingga Selasa dini hari. Klenteng
ini diceritakan oleh Ketua Yayasan Pancaran Tri Darma, Roni Hermawan
sudah berdiri lebih dari 300 tahun yang lalu.

Klenteng ini berdiri di tengah permukiman warga, nampak mencolok dengan dominasi warna merah dan kuning emas, memasuki bagian depan klenteng terlihat guratan aksara China. (pra/sur).

Related Articles

Back to top button