Pendidikan

Lebih Dekat dengan Deva

Dari mengajar Di dalam Kelas Hingga Menjadi Konsultan Siswa

Radarbekasi.id – Delapan tahun bergelut di dunia pendidikan sebagai tenaga pengajar di salah satu sekolah dasar negeri dan swasta di daerah Bekasi, membuat guru bernama lengkap Octavia Devalucia Dwi Anggraeny banyak mendapatkan pengalaman hidup. Seperti apa?

Guru yang akrab disapa Deva ini mengaku, banyak mendapatkan  pengalaman hidup selama 8 tahun menjadi tenaga pendidik. Pahit-manis perjalanan hidup sebagai guru pernah ia rasakan, sebelumnya akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari sekolah tersebut.

“Sampai delapan tahun mengajar, aku merasa kayak, ‘Ini apa, sih? Aku ini mau membahagiakan siapa?’ Memang pada waktu itu sebenarnya orang tua ingin aku jadi PNS. Cuma kan kalau tidak sesuai dengan bakat dan minat, tidak sesuai dengan passion, itu kan pastinya jadi enggak enak,” tutur Deva, saat ditemui di rumahnya di Grand Galaxy City, Jakamulya, Kota Bekasi.

Dari permasalahan tersebut, di tahun 2015, dia konsultasi dengan salah seorang master hipnoterapi Islami tentang berbagai macam permasalahan mental block yang dirasakannya mengenai tujuan dan cita-cita hidup. Berkat bimbingan dan arahan dari sang master, akhirnya wanita berusia 33 tahun ini memutuskan untuk mendaftar ke salah satu lembaga pelatihan yang khusus mempelajari hipnoterapi dan bekam, Rumah Perawatan Biopsiko (RPB) School di wilayah Pondok Gede.

Dari situ dia mulai tertarik dengan dunia hipnoterapi, yaitu ilmu penyembuhan gangguan jiwa dengan membawa penderita ke suatu keadaan trans agar penderita mau mengeluarkan isi hatinya. Selain itu dia pun menekuni pengobatan alternatif bekam yang menjadi branding nya saat ini. Menurutnya, jarang ada terapis bekam yang bisa hipnoterapi dan juga sebaliknya, jarang ada hipnoterapis yang bisa bekam dan menekuninya.

Setelah memutuskan berhenti mengajar di sekolah dasar, dia bekerja di Balai Latihan Kerja Luar Negeri, bahkan langsung ditempatkan sebagai manajer saat itu. Di tempat tersebut, dalam seminggu sekali dia membuat pelatihan dan hipnomotivasi untuk para calon tenaga kerja Indonesia.

Terlalu banyaknya kegiatan yang dia tekuni, membuatnya merasa lelah. Senin hingga Sabtu bekerja, hari Minggu mengajar di kampus sebagai dosen ekonomi syariah dan kewirausahaan di Lubang Buaya, membuatnya kewalahan dalam membagi waktu. Akhirnya di tahun 2017, dia memutuskan untuk resign dari jabatannya sebagai manajer dan fokus menjadi ibu rumah tangga yang tetap bisa produktif sebagai terapis.

Saat ini, dia juga sering diminta anggota PKK hingga warga lainnya, untuk mengisi kegiatan sosialisasi hipnoterapi dan bekam dari berbagai daerah di Jabodetabek. dia pun mengisi bimbingan konsultasi minat dan bakat para siswa-siswi SMA tingkat akhir agar tidak salah memilih jurusan perguruan tinggi, di sebuah bimbel bernama Quantum Galaxy milik guru SMA-nya dulu.

“Dari situ aku dapat hikmah, kita enggak bisa menjalani mimpi orang lain kalau kitanya sendiri enggak happy, sekalipun itu keinginan orang tua kita sendiri. Ya, aku [hanya] minta rida dari keduanya saja. Toh kegiatan aku sekarang sangat dibutuhkan orang lain dan Insya Allah jadi ladang pahala,” kata wanita lulusan Sarjana Ekonomi Syariah UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini. (bersambung)

Related Articles

Back to top button