Berita Utama

Pemilih Gangguan Jiwa dan Pemilih Sehat Disatukan

Radarbekasi.id – Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan diselenggarakan serentak pada 17 April 2019 mendatang, warga yang mengalami gangguan jiwa diberikan hak pilih untuk mencoblos.

Namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, tidak membedakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) bagi pemilih yang menderita gangguan jiwa dan pemilih sehat. Termasuk bagi yang berada baik yang berada di tempat rehabilitas mental.

“Tidak ada TPS khusus bagi pemilih yang menderita gangguan jiwa. Mereka akan memberikan hak pilihnya di tempat pemungutan suara yang sama dengan pemilih sehat,” ujar Komisioner KPU Kota Bekasi, Ali Syaifa kepada Radar Bekasi, Rabu (6/2).

Menurut dia, berbeda dengan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), dimana jumlah pemilihnya mencapai 1.018 berdasarkan hasil perekaman dan cek ke Lapas hingga Desember 2018 lalu, terdiri dari pemilih ber KTP-El 197 dan pemilih tidak ber KTP-El 821, sehingga akan di dibuat TPS khusus.

 “Untuk pemilih di Lapas memang kami sediakan TPS khusus,” terang Ali.

Dari hasil penulusuran Radar Bekasi di Yayasan Galuh, yang khusus merehabilitasi masyarakat penyandang disabilitas mental di Kota Bekasi, terdapat sebanyak 435 orang, terdiri dari 316 laki-laki dan 119 perempuan.

Dari 89 orang tersebut sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)

KPU Kota Bekasi. “Jumlah itu berdasarkan perekaman dan pengecekan yang dilakukan oleh KPU serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi,” kata Sekretaris Yayasan Galuh, Nina Mardiana.

Meski demikian, Nina tetap meminta kepada KPU agar menyiapkan dokter

untuk memeriksa kesehatan para warga yang mengalami gangguan jiwa pada saat akan mencoblos. (sur)

Related Articles

Back to top button