Metropolis

Bobol ATM, Sandy Gasak Rp12 juta

Radarbekasi – Bermodal kartu identitas dari perusahaan tempatnya bekerja, seorang oknum karyawan PT Perdana Prima Bhakti Mandiri (PPBM), Sandy Ferdian Susanto (28) nekat membobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di toko retail yang berada di Kelurahan Jatikramat, Rabu (14/11) lalu.

PT PPBM merupakan vendor pemilik mesin tersebut. Sehingga, Sandy yang memiliki jabatan sebagai pengawas, bisa leluasa beraksi. Ia menggasak uang yang ada di mesin tanpa mengundang rasa curiga penjaga toko retail.

Kapolsek Jatiasih, Kompol Illi Anas mengatakan, kejadian bermula ketika Sandy mengajak rekannya, Edwin Tri Endrawan (27) untuk melakukan aksinya. Edwin merupakan rekannya. Karyawan dari vendor pemilik ATM yang berbeda.

Kedua pelaku memainkan perannya masing-masing. Sandy bertugas untuk membuka dan menutup brankas mesin ATM. Karena dia yang mempunyai kunci tombak yang diperoleh dari kantornya.

Sementara, Edwin bertugas untuk mencongkel pintu paskia menggunakan obeng dan mengambil uang di dalam kaset sambil menundukkan kepala agar tidak terlihat kamera pengawas.

“Setelah diambil itu, dia (Edwin) masukan ke jaket, langsung pergi dengan mobil PT tersebut (PPBM),” katanya saat ungkap kasus di Mapolsek Jatiasih, Kamis (7/2).

Mereka mengambil uang sebesar Rp12,2 juta. Kemudian, uang tersebut dibagi dua. Sandy mendapat Rp5,8 juta dan Erdwin mendapatkan bagian sebesar Rp6,4 juta.

Pihak PT PPBM curiga ketika mendapati laporan jurnal elektrik dan bill count terdapat selisih dengan fisik uang. Kemudian, hal itu dilaporkan ke polisi.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap dan menahan Sandy. “Dari pengakuan Sandy, saudara Edwin juga terlibat, kita cek ke kantornya ternyata baru tiga jam yang lalu kita cek kesana ternyata sudah pergi dengan alasan katanya mau ke kampung, cuti,” ujarnya.

Selanjutnya, Edwin masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Setelah dua bulan, ia ditangkap polisi di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (28/1).

Dari penangkapan Edwin polisi hanya mengamankan barang bukti berupa satu buah jaket yang dikenakan pada saat melakukan aksinya bersama Sandy. Barang bukti lainnya seperti, kunci tombak mesin ATM, kartu tanda pengenal dan beberapa lainnya telah berada di kejaksaan sering dengan kasus Sandy yang sudah ditangani.

Edwin mengaku baru satu kali melakukan aksinnya.”Disuruh saya sama sandi,” singkatnya.

Akibat perbuatannya, Edwin dikenakan pasal 363 ayat satu ke 4e dan 5e KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (sur)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + 13 =

Lihat Juga

Close
Close