Pendidikan

Lebih Dekat dengan Deva (2)

Menjadi Penulis, Fokus Membantu Sesama

Radarbekasi.id – Setelah memutuskan berhenti menjadi guru yang mengajar di dalam kelas, Deva justru banyak beraktivitas sebagai seorang pendidik dengan jalur berbeda. Apa saja yang dilakukannya?

Di tahun 2016, dari ketertarikannya dengan dunia tulis menulis, dia bergabung dengan salah satu komunitas penulis. Dari situ dia berhasil menulis sebuah buku berjudul Pernikahan Generasi Millenial: Seni Pacaran Setelah Menikah (Elexmedia, 2017).

“Karena dari semenjak kuliah memang senang membaca buku-buku tentang pernikahan dan ini jadi ladang pahala juga buat aku, menguatkan para pasangan milenial yang rentan dengan konflik perceraian,” lanjut Deva.

Keberhasilan itu, dia lanjutkan dengan menulis buku keduanya yang berjudul Diary Millenial Wedding Reborn (Quantum Madani, 2018). Dari hasil karyanya itu, dia banyak diminta itu mengisi acara seminar dan talkshow bertemaan dengan buku yang ditulisnya ke sekolah dan kampus.

Saat ini, dia fokus dengan kegiatan hipnoterapi dan bekam, dengan nama Komunitas Bekam ke Rumah. Itulah yang menjadi profesi Deva saat ini. Dari profesinya sekarang dia hanya ingin fokus membantu orang yang memiliki masalah dengan mental block dan masalah lainnya yang berhubungan dengan pikiran negatif karena menurut riset para pakar 90% penyakit itu berasal dari pikiran dan bekam adalah pengobatan sunah Rasulullah yang ingin ia lestarikan dan sosialisasikan, karena menurut hadis Rasulullah, “Bekam dapat menyembuhkan penyakit kecuali kematian” tegasnya.

Selama bekerja sebagai hipnoterapis, Deva mengaku pernah mengalami hal unik. Dia mengaku, pernah suatu saat menolong orang yang dalam keadaan stres. Orang tersebut meminta untuk dihipnoterapi di depan sebuah mal di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

“Itu saking sudah enggak ada tempat ketemu, dan kebetulan aku baru pulang dari rumah klien yang minta hipno public speaking di daerah Bintaro, ya sudah, kita janjian di sana,” kata Deva. “Hikmahnya di situ, kalau kita mempermudah urusan orang lain, ya pasti (urusan) kita juga bisa dipermudah. Dan aku sekarang gak peduli kalo ada orang yang bilang aku tuh cuma tukang bekam hipno. Aku selalu mengajarkan pada anak aku yang pertama, Rasya, profesi manusia yang terbaik adalah yang suka bantu kesulitan orang lain,” lanjutnya.

Alasan Deva menasehati anaknya saat itu karena Deva pernah mendengar dari Rasya, ada seseorang yang mengomentari profesinya, katanya, “Masa ummi lulusan S2 cuma jadi tukang bekam,” lanjut ibu dua anak ini.

Deva berharap semakin banyak orang yang mengenal hipnoterapi. Karena, menurutnya, hipnoterapi merupakan kegiatan sosial dan bagian dari pengobatan alternatif. “Kadang kan orang mikirnya hipnosis itu identik dengan gendam dan segala macamnya. Image-nya masih negatif. Makanya, aku punya keinginan bahwa orang bisa mengenal hipnoterapi itu dengan positif,” ujarnya.

Deva juga berharap suatu hari mimpinya terwujud, yakni memiliki tempat untuk dijadikan klinik praktik dan tempat mengadakan pelatihan bekam dan hipnoterapi bagi orang lain yang berminat sebagai bisnis dunia akhirat yang akan banyak dilirik di masa depan. Sebagai penutup singkat, “Aku udah capek kerja sama orang, udah pernah ngerasain kerja ini itu, sekarang niatnya lebih ingin buka lapangan pekerjaan untuk orang lain dan menebar manfaat supaya hidup aku berkah.” tandasnya. (cr45)

Related Articles

Back to top button