Pendidikan

Marga Mulya Dorong USB SMP

*Siswa Sedikit, 20 SD Dimerger

Radarbekasi.id – Dinas Pendidikan Kota Bekasi tengah mengupayakan penambahan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN guna menampung lulusan sekolah dasar yang ingin masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di wilayah setempat.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan penambahan Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) sebagai langkah dan upaya pemerataan pendidikan di setiap wilayah yang ada di Kota Bekasi mengingat banyaknya siswa lulusan sekolah dasar.

“Ini sebagai langkah upaya pemerataan pendidikan di Kota Bekasi apalagi setiap tahunnya siswa-siswi lulusan sekolah dasar semakin bertambah, dengan penambahan Unit Sekolah Baru lulusan sekolah dasar bisa tertampung di Sekolah Menengah Pertama Negeri,” katanya kepada Radar Bekasi, Kamis (7/2).

Dikatakan dia, pada awal Januari kemarin Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 dan 7 Marga Mulya, Bekasi Utara yang akan dibangun Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Menengah Pertama (SMPN).

“Awal Januari kami mengunjungi kedua SDN itu yang akan dibangun Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Menengah Pertama (SMPN) jadi kedua sekolah dasar negeri tersebut akan dilakukan merger atau penggabungan agar dapat merealisasikan SMPN baru dan secara bertahap akan melakukan verifikasi sekolah dasar yang bisa di merger yang dimana muridnya sedikit jadi gedungnya bisa digunakan untuk sekolah baru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN),”ucapnya.

Menurut dia, sebanyak 20 sekolah dasar negeri (SDN) di wilayah setempat yang berpotensi di merger atau digabungkan karena sekolah tersebut memiliki siswa yang kurang dari rata-rata atau dalam satu kelasnya hanya memiliki 10 orang siswa-siswi.

“Dengan potensi jumlah sekolah dasar negeri itu potensi penambahan Sekolah Menengah Pertama Negeri semakin banyak di wilayah setempat dan saat ini baru ada 20 sekolah dasar negeri yang kami verifikasi, meskipun begitu merger atau penggabungan sekolah dasar tidak bisa dilakukan dengan serta merta karna perlu adanya kesiapan sarana dan prasarana juga,” terangnya.

Sementara itu, Lurah Margamulya, Ahmad Yudhistira berharap, pembangunan USB tersebut bisa terealisasi tahun ini. Usulan tersebut diterangkan oeh Yudhistira bersumber dari aturan kementrian pendidikan dan kebudayaan RI mengenai sistem zonasi.

Ada sekitar delapan kelas yang kosong hasil merger kedua sekolah, rencananya akan di bangun sekolah SMPN 56 Kota Bekasi pada tahun ini. “Akhirnya ada sekolah SD yang di merger, kan disitu ada dua sekolah SD 3 sama SD 7 margajaya. Nah itu di merger jadi satu, nah itu ada gedung yang kosong sekitar 8 lokal atau 9 lokal itu di rencanakan akan di buat sekolah SMP negeri,” katanya.

Sekolah ini nantinya masih menginduk pada SMPN 25 Kota Bekasi, pada PPDB tahun ini USB baru ini sudah akan membuka pendaftaran. Rencananya USB ini pada tahap pertama akan menerima murid pada tiga rombongan belajar, namun Yudhistira tidak memungkiri bahwa dari enam SDN yang ada dikhawatirkan masih belum mencukupi, maka ia menyarankan kepada dinas pendidikan untuk membuka empat sampai lima rombel.

“Berharap betul karena ini bagian keinginan masyarakat, anak bangsa yang ada di kelurahan Margamulya ya jangan tercecer kemana-mana, bicara aturan zonasi karena jauh sekolahnya akhirnya mereka putus sekolah, kita jaga itu,” imbuhnya.

USB SMPN baru ini letaknya 200 meter dari kantor kelurahan, tepatnya di lingkungan RT 02 RW 09 kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi utara, Kota Bekasi. (sur/Cr43)

Tags
Close