Cikarang

Nelayan dan Petani Tambak Terdampak

Radarbekasi.id – Pencemaran lingkungan akibat limbah di Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) berdampak pada aktivitas nelayan dan petani tambak di Kabupaten Bekasi.

Salah satu nelayan cumi di Kampung Muara Bendera, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Sudirman (45) mengaku, kesulitan mencari ikan sudah terjadi sejak tahun 1990.Kondisi tersebut semakin parah setiap tahunnya.

“Sebenarnnya dari tahun 1990 sudah mulai terdampak, kalau di laut lebih dahsyat, seumpama hari ini 10 kilo, kalau air limbah datang, kosong, tidak ada ikan,” katanya saat ditemui di Kecamatan Babelan, Kamis (7/2).

Kata dia, nelayan tidak dapat memprediksi kapan limbah akan datang. Yang jelas, limbah tersebut pasti datang setiap bulannya. Hilangnya satu pekan setelah datang,

“Kalau limbah datang, bisa satu minggu tidak ada ikan. Belum lagi limbah plastik, kalau pasang jaring pada nyangkut,” ujarnya.

Dirinya berharap, masalah ini menjadi perhatian Pemkab Bekasi. Karena, penghasilan para nelayan di Muaragembong sangat bergantung pada hasil laut.

“Kita mencari ikan itu buat usaha, untuk menghidupi keluarga, anak sekolah, kalau hasil tidak ada, mau darimana lagi ?. Apa lagi kalau sudah kena limbah, hasilnya sudah total, tidak ada sama sekali, buat makan aja kaga dapet, solar juga enggak kepulangan, apa lagi buat keluarga dan anak sekolah,” keluhnya.

“Termasuk ikan yang di tambak juga banyak yang mati, karena airnya dari laut, dan air lautnya sendiri tercemar, sehingga berdampak ke tambak,” sambungnya.

Terpisah, Kasi Pengelolahan Sumber Daya Ikan pada Dinas Perikanan dan Keluatan Kabupaten Bekasi, Jaenal membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan, sudah ada laporan dari petani tambak dan nelayan bahwa banyak ikan yang mati akibat limbah yang ada di Kali CBL.

“Ada laporan bahwa ada ikan mati di tambak. Kalau ikan mati di tambak itu di Babelan, kalau Muaragembong di lautnya,” ucapnya saat ditemui di Babelan.

Menurutnya, nelayan di Muaragembong pendapatnya menurun karena hasil produksinya sedikit. Dan sekarang para nelayan harus ke tengah laut untuk mendapatkan ikan.  Karena, sudah tidak ada ikan di pesisir pantai.

“Kalau dulu dipinggir saja mereka sudah dapat ikan. Untuk sekarang harus ketengah baru bisa dapat ikan. Kita dapat data tahun 2018,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya sudah berkordinasi dengan Dinas lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk memastikan limbah apa yang membuat ikan mati.

“Jenis ikan di tambak yang mati seperti bandeng dan mujaer, kalau di laut ikan-ikan yang di pinggir banyak yang mati. Dan di laut banyaknya plastik, baju, dan warna air berubah,” tuturnya.(pra)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close