Metropolis

Setelah Pembongkaran Bangli Di Alexindo Rencana Belum Terealisasi, Kini Menjadi Tempat Pembuangan Sampah

Pembangunan jalan Alexindo, hingga saat ini tidak diteruskan. Padahal sebelumnya pemerintah Kota Bekasi berencana akan membangun jalan tersebut.

Warga yang berada di jalan Alexindo, Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, berharap ada kelanjutan pembangunan jalan yang dulunya berdiri bangunan liar di wilayah setempat. Bahkan lokasinya tersebut dimanfaatkan untuk menampung pembuangan sampah sementara.

Pantauan Radar Bekasi, dilokasi bekas berdirinya bangunan liar itu terlihat tumpukan sampah milik warga dan tumpukan sampah yang dibakar serta tumbuhan liar.

Salah satu warga setempat, Yati (43) mengatakan, pasca penertiban bangunan liar dilokasi tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk tempat pembuangan sampah sementara.

“Dibongkar pada tahun 2016 katanya dulu pemerintah mau membuat jalan tembusan atau alternatif guna menunjang jalan alexindo yang sekarang kondisinya sempit, tetapi hingga tahun ini belum terlihat adanya pembangunan jalan yang ada malah dimanfaatkan masyarakat untuk dijadikan tempat pembuangan sampah sementara,” katanya kepada Radar Bekasi, Kamis (7/2).

Dikatakan dia, selain lokasi tersebut dijadikan tempat pembuangan sampah sementara masyarakat juga kerap membuang berbagai macam puing yang dikemas menggunakan karung beras.

“Jadi tidak hanya tempat pembuangan sampah sementara saja melainkan dijadikan tempat pembuangan puing bangunan seperti terlihat puluhan karung berisi puing dan lumpur saluran air disimpan disana, sangat disayangkan sekarang kondisinya, bukannya wilayah setempat tertata dengan baik malah dibuat kotor dan kumuh,” ucapnya.

Menurut dia, pemerintah daerah diharapkan dapat membangun jalan tembusan yang menghubungkan jalan Alexindo dengan jalan Sultan Agung karena adanya jalan tersebut dapat meminimalisir kepadatan di wilayah setempat.

“Selama ini kan jalan Sultan Agung itu padat dengan kendaraan bahkan kerap terjadi kemacetan, akses jalan alexindo juga menjadi satu-satunya jalan alternatif untuk menghindari kemacetan, jadi jalan yang dulu bekas adanya bangunan liar itu diharapkan dapat dibangun jalan alternatif jangan dimanfaatkan tempat pembuangan sampah sementara,” tandasnya. (Cr43)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + 5 =

Lihat Juga

Close
Close