Berita UtamaPendidikan

Siswa dan Guru Keberatan

*Rencana Perda Larangan Bermotor Ke Sekolah

Radarbekasi.id – Satlantas Polres Metro Bekasi mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk membentuk peraturan daerah (perda) tentang larangan pelajar membawa sepeda motor ke sekolah. Peraturan daerah (Perda) tersebut untuk menekan angka kecelakaan dikalangan siswa.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Satlantas Polres Metro Bekasi. Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bekasi cenderung menurun. Pada 2017 ada 738 kasus kecelakaan, sedangkan pada 2018 ada 643 kasus.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candar Kumara mengatakan, di Kabuten Bekasi sendiri menurut catatan Unit Laka pada 2017 ada 63 korban tewas karena kecelakaan lalu lintas, meningkat menjadi 82 orang tewas pada 2018.

“Trennya meningkat, sekitar 35-40%. Ada 60% kecelakaan yang melibatkan usia milenial,” katanya. Usia generasi milenial yang dimaksud adalah mulai 18 tahun hingga 35 tahun.

“Kita perlu menggelorokan tertib lalu lintas. Jangan ada korban kaum milenial di jalanan. Kita ajak kepada milenial agar peduli perilaku tertib berlalu lintas,” lanjutnya saat menggelar kampanye bertajuk Millenial Road Safety Festival (MRSF), belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Bina Nasional Informatika (BNI), Desa Karangbaru, Kecamatan Cikarang Utara, Dewi Banowati, mengaku kurang setuju dengan usulan perda tersebut.  Menurutnya, hal tersebut perlu dikaji dari beberapa aspek pertimbangan yang matang, mengingat pihak sekolah memang membolehkan siswanya membawa sepeda motor ke sekolah dengan pertimbangan banyak siswa yang berdomisili jauh untuk ke sekolah.

“Kalau [siswa] tidak bawa motor agak repot, Mas. Karena gini, untuk siswa di sini kan ada yang rumahnya jauh, di Cibarusah. Jadi kalau misalnya naik angkutan umum kan lama. Ya mungkin pertimbangannya seperti itu. Makanya kalau untuk saya sebenarnya kurang setuju juga,” kata Dewi, Kamis (7/2)

Meskipun begitu, lanjut Dewi, demi keselamatan siswa, pihak sekolah selama ini tetap memberi imbauan kepada siswa yang membawa sepeda motor agar selalu berhati-hati dan menggunakan helm saat akan ke sekolah. “Alhamdulillah, selama ini tidak ada dari siswa kami yang menjadi korban kecelakan. Dan saya berharap hal itu tidak sampai terjadi,” ungkapnya.

Afsyar Anas (17), siswa kelas XII SMK BNI jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), mengaku kurang setuju dengan usulan perda tersebut. Hal itu dikatakannya dengan alasan efisiensi waktu tempuh untuk sampai ke sekolah. “Kalau naik angkot suka lama, macet. Tapi harus tetap taat peraturan juga, seperti pakai helm dan bawa STNK,” ungkap siswa yang tinggal di wilayah Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, ini.

Dari jumlah 930 siswa, sekitar 60% siswa SMK BNI membawa sepeda motor ke sekolah. Namun, pihak sekolah tetap mengawasi dan mensosialisasikan peraturan-peraturan lalu lintas demi keselamatan siswa. (cr45/pjk)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button