IndustriLingkungan

Kurangi Sampah dengan PLTSa

Radarbekasi.id – Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di  Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, diharapkan mampu mengurangi sampai sebanyak 150 ton setiap harinya. Belum lama ini, dilakukan uji coba 24 jam setelah penandatanganan MOU dua tahun lalu antara pemerintah Kota Bekasi dengan PT Nusa Wijaya Abadi (NWA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Jumhana Lutfi mengatakan hasil dari uji coba tersebut diperkirakan dapat di ketahui pada pertengahan bulan Februari mendatang. Dia berharap setelah
dioperasionalkan dapat mengurangi sampah sebanyak 150 ton perhari.

“Ya kami kan melakukan uji coba nih PLTSa yang dilakukan oleh PT NWA, hasilnya belum nanti pertengahan Februari lah kita akan lakukan kesimpulannya. Ya kita harapkan sekitar 150 ton sehari,” katanya, Minggu (10/2).

Dari hasil uji coba tersebut akan diketahui kapan PLTSa tersebut siap untuk dioperasionalkan. Dalam Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan, Kota Bekasi menjadi salah satu lokasi dan pelaksana pembangunan diantara 12 Kota lainnya sesuai yang tertera pada bab III pasal tiga Perpres Nomor 35 Tahun 2018.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan percepatan sedang dilakukan oleh pemerintah Kota Bekasi pada PLTSa ini, percepatan dilakukan pada sisi administrasi yang merupakan
tanggung jawab pemerintah kota.

Sementara pada sisi teknis menjadi tanggung jawab PT NWA  selaku pengelola. Meski demikian Tri mengaku, pemerintah Kota Bekasi juga ikut mendorong percepatan pada wilayah teknis disamping proses perizinan.

“Kalau percepatan tentu, kemari. Terakhir itu kita sudah lakukan satu dari sisi administrasi proses perizinan yang merupakan tanggung jawab dari pemerintah kota,” katanya, Jum’at (8/2). (sur)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − five =

Lihat Juga

Close
Close