Cikarang

Pengukuran Lahan LRT Tanpa Sosialisasi

Radarbekasi.id – Pengukuran lahan untuk proyek Light Rail Transit (LRT) tanpa sosialisasi di Kampung Jati, Kelurahan Jatimulya.  Hal itu diungkapkan warga yang sekitar.

Panitia pelaksana pengadaan lahan sangat tertutup dengan masyarakat sekitar terkait dengan informasi tersebut. “Menurut saya ini ada permainan pada pengadaan lahan, masa bangunan saya dan beberapa warga lainnya saat pengukuran tidak sosialisasi. Tiba-tiba rumah saya sudah diukur saja,” kata salah satu warga yang minta identitasnya disembunyikan.

Hingga saat ini dirinya juga belum mendapatkan hasil pengukuran berapa ukuran luas bangunannya. Bahkan, dirinya juga belum mendapatkan bukti secara administrasi.

“Memang rentan terjadi permainan, karena pada saat rapat pertemuan warga yang diundang hanya orang-orang tertentu. Dan banyak juga warga yang tidak dihadirkan saat ada rapat kesepakatan pengukuran,” ujarnya.

Ketua Forum Warga Jati Terbit, Sondi Sisilahi membenarkan apabila pengukuran lahan bangunan warga sangatlah mendadak dan tiba-tiba. Kata dia, begitu banyak tempat tinggal warga yang diukur tanpa sepengetahuan pemilik.

“Tiba-tiba sudah ada petugas yang didampingi oleh petugas keamanan. Dan hal tersebut menurut saya seperti menakut-nakuti warga,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, pembayaran harga lahan yang diterima meskipun dalam satu hamparan berbeda. “Jadi kami berharap dalam hal ini KPK perlu turun tangan adanya dugaan manipulasi atau korupsi. Sebab secara administrasi warga juga tidak memiliki tanda bukti secara tertib administrasi,” ujarnya.

Sementar itu Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, Deni Santo saat dihubungi belum menjawab, dan saat dikirim pesan singkat dirinya belum merespon. (and)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker