Berita Utama

Ribuan Balita ‘Diserang’ Stanting

Radarbekasi.id – Meskipun sudah menjadi Kota Metropolitan, belum berarti bayi di Kota Bekasi hidup dengan sehat. Buktinya, ribuan balita di Kota Bekasi menderita stanting atau kekurangan tinggi badan. Kondisi ini disebabkan balita tersebut kekurangan gizi. Mekipun belum menjadi kejadian luar biasa, namun peristiwa tersebut harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Kota Bekasi.

“Untuk di tahun 2018 ini, ada 184 ribu balita dengan gizi buruk atau sekitar 12,6 persen. Itu belum masuk kedalam kejadian luar biasa, karena masih di baeah 20 persen,” kata sekretaris Dinas kesehatan Kota Bekasi, Sumpono Brama.

Dia mengaku, berdasarkan data Dinas kesehatan Kota Bekasi, angka balita gizi buruk di Kota Bekasi cenderung menurun dibandingkan tahun 2017 lalu. Tahun 2015 sebesar 11,6 persen dari jumlah 160 ribu jiwa balita, tahun 2016 ada 11,3 persen, tahun 2017 sebesar 15 persen, dan 2018 hanya 12,6 persen dari 184 ribu jiwa balita.

“Untuk data di tahun 2016 dan 2017 kita belum mendata dan yang saya beritahu sekarang hanya di 2015 dan 2018 saja di awal dan di akhir tahun saja jumlah Balita yang terkena stanting,” kata Bram Sapa Akrabnya, kepada Radar Bekasi.

Dengan adanya penurunan jumlah stanting ditahun 2018 kemarin pihaknya melakukan upaya pendekatan secara langsung dan Intervensi Gizi Spesifik melalui sasaran pada ibu hamil. Pihaknya memberikan Tablet FE (obat untuk tulang) kepada ibu hamil. Memberikan makanan tambahan berupa biskuit bagi ibu hamil dan pada saat penimbangan di Posyandu. Memberikan Vitamin A yang juga akan di berikan oleh Posyandu yang di arahkan oleh Puskesmas setempat.

“Ada 12 Kecamatan dan 56 Kelurahan serta 1.000 lebih posyandu siap melayani ibu hamil dalam mendapatkan intervensi gizi, makanan tambahan dan vitamin yang dilakukan dalam satu bulan sekali di setiap posyandu.” ujarnya.

Namun, hal tersebut juga tidak diberikan kepada ibu hamil saja melainkan kepada balita juga diberikan upaya yang sama dengan memberikan pendampingan kadar gizinya, makanan tambahan, memberikan ASI ekslusif 0 sampai 6 bulan, kapsul vitamin A, pelatihan komunikasi MPASI untuk anak usia sekolah SD sampai SMA.

“Pencegahannya melalui pendekatan secara tidak langsung atau intervensi gizi secara sensitif dengan Perwal Penyediaan Ruang Menyusui. Pak Wali Kota sudah memberikan ruang menyusui pada Perwalnya di tempat atau kantor pemerintah sudah di sediakan salah satunya kantor kelurahan dan kecamatan,” ucapnya.

Saat ini, Pemkot Bekasi terus meningkatkan kesehatan lingkungan berbasis masyarakat dan berkoordinasi program gizi bersama lintas sektoral bersama bidang DPPA, DPPKB, Dinas Ketahanan Pangan atau dinas terkait lainnya.

“Hal yang dilakukan Dinkes itu, dapat menurunkan angka balita yang terkena stanting, maka kerjasama masyarakat dan lintas pemerintah harus benar-benar berjalan bersama untuk mengurangi stanting di Kota Bekasi,” tandasnya. (Pay)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 7 =

Close