Lingkungan

Waduh, Kali Bekasi Kembali Berbusa

Radarbekasi.id – Pencemaran di Kali Bekasi tidak ada hentinya. Kemarin, Kali Bekasi kembali berbusa. Busa yang mewarnai Kali Bekasi tersebut muncul di aliran Kali Bekasi setelah melewati bendungan Kali Bekasi. Kondisi tersebut jelas terlihat dari atas jembatan tepatnya di jalan M Hasibuan,  Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto  mengaku heran dengan busa yang muncul tersebut, terlebih busa yang muncul tidak di sertai dengan bau menyengat. Disamping itu busa muncul selepas bendungan Kali Bekasi. Sementara  dari hulu tidak terlihat busa walaupun air di bagian sebelum bendung Kali Bekasi sedikit berwarna hitam.

“Karena mulai terjadinya busa adalah mulai setelah bendungan, tapi ke hulunya hampir tidak ada terjadi perubahan ya, walaupun ada sedikit hitam. Tetapi bau tidak ada, ini kita sedang lacak kemudian nanti
kita di segmen mana yang terjadi pencemaran dan oleh sebab apa, oleh pabrik atau oleh buangan sepanjang kali bekasi ini,” katanya, kepada Radar Bekasi.

Dia mengatakan, pemerintah Kota Bekasi sudah menurunkan tim untuk menelusuri aliran Kali Bekasi. Penampakan munculnya busa di kali Bekasi ini memang bukan kali pertama, hal serupa beberapa kali kerap terjadi di Kali Bekasi.

Tri mengungkapkan temuan beberapa limbah keras industri. Dari hasil penelusuran tersebut pemerintah Kota Bekasi mengambil tindakan dengan menegur dan menyegel satu perusahaan.“Sekarang lagi kita lakukan penelusuran, nanti hasilnya, mereka juga sudah membuat lab hasil pemeriksaannya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Jumhana Luthfi mengatakan dugaan dari penelusuran di Kali Bekasi, pihaknya sementara ini menduga ada pengusaha laundry rumahan yang membuang limbahnya ke Kali Bekasi.

Luthfi belum bisa memastikan sebesar apa usaha laundry tersebut sehingga menimbulkan busa yang cukup banyak.“Saya belum bisa memastikan sebesar apa, tapi disinyalir busa berasal dari usaha laundry rumahan,” katanya, Minggu (10/2).

Sementara itu Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman mengatakan, di hulu sungai tidak terlihat buih. Dia menduga busa yang muncul pada hari Sabtu pagi itu berasal dari limbah detergen.

Ia menjelaskan pada saat melakukan kegiatan pada hari Jum’at dan Sabtu lalu keadaan air sungai tidak menunjkkan perubahan.

“Kemarin dari hulu Sungai Cileungsi tidak terlihat buih, mungkin itu
dari deterjen limbah rumah tangga,” katanya. (sur)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close