Lingkungan

Warga Tamsel Trauma DBD

Radarbekasi.id – Trauma Wabah Demam Berdarah (DBD) masih dirasakan sejumlah masyarakat di wilayah Kecamatan Tambun Selatan.

Salah seorang warga Desa Tambun, Didit Aryadi (34) mengungkapkan, kasus demam berdarah akibat gigitan nyamuk aedes aegypti sempat terdengar pada tahun 2016.

“Kalo enggak salah, saudara juga sih. Anaknya meninggal akibat DBD. Tapi udah lama. Belum kedengaran lagi kalau sekarang- sekarang mah,” ujarnya saat ditemui Radar Bekasi, Sabtu (9/2).

Lebi lanjut, kasus demam berdarah juga sempat terjadi di desa Jatimulya dan desa lainnya.

Hal ini, dibenarkan Kasi PMD Kecamatan Tambun Selatan, Dedy Kusnandar. Kata dia, Kasus DBD hampir sempat menerjang semua desa di tahun- tahun sebelumnya.

“Di tahun ini sesuai laporan dari masing-masing Puskesmas, belum terjadi indikasi KLB DBD,” ujarnya saat di konfirmasi.

“Padahal di hampir semua desa ada (sempat ada) kasus DBD,” timpalnya.

Trauma kasus DBD memang masih dirasakan. Maka di setiap hari Jumat selalu digalakkan program K3 di masing-masing Desa atau Kelurahan,

“Mengoptimalkan kader Posyandu di semua desa dan jumantik masing-masing RT untuk membasmi sarang nyamuk,” tuturnya.

Ia menyatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Kepala Desa di wilayah Kecamatan Tambun Selatan. “Untuk selalu mengingatkan warganya membasmi sarang nyamuk di musim penghujan sekarang ini,” tutup Dedy. (dan)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − six =

Lihat Juga

Close
Close