Metropolis

Anak Jalanan Dipulangkan ke Daerah Asal

Radarbekasi.id – Anak jalanan terjaring razia operasi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di beberapa wilayah dipulangkan kembali ke daerah asal. Mereka terjaring dari Jalan Ahmad Yani, Jalan Ir. Djuanda, Jalan Sudirman, Jalan Mayor Hasibuan, Jalan Cut Meutia dan Jalan Chairil Anwar.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi, Agus Harpa mengatakan, terdapat sebanyak 175 orang anak jalanan yang diamankan dari jalan-jalan tersebut.

“Ya beberapa diantaranya telah dipulangkan ke daerah asalnya di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Lampung,” kata Agus, Sabtu (9/2).

Mayoritas anak remaja itu berusia remaja. Mereka mendapat pembinaan atau pembekalan akhlak dan mental dari petugas yayasan selama 15 sampai 30 hari.

Setelah itu, kata dia, mereka dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing, agar mereka tidak kembali ke jalanan.

Selanjutnya, pembinaan yang dilakukan akan memastikan ratusan anak jalanan yang diamankan itu tidak ada yang berdomisili di Kota Bekasi. Sekalipun ada yang berasal dari Jawa Barat, mereka datang dari kampungnya di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Indramayu.

“Untuk Kota Bekasi tidak ada dan paling banyak berasal dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur,” jelasnya.

ia menilai, keberadaan mereka meresahkan masyarakat terutama pengguna jalan. Sebab, mereka kerap mengamen dan mengemis dipersimpangan jalan hingga di dalam transportasi angkutan umum seperti bus dan angkutan kota. Bahkan, bila tidak diberi uang, beberapa diantaranya ada yang memaksa.

Selain itu, kata dia, keberadaan pengemis dan anak jalanan juga mengganggu estetika kota karena memberikan kesan kumuh. Meski jumlahnya cukup banyak, namun Agus mengklaim hasil tangkapan petugas lebih rendah dibanding 2017 lalu yang mencapai 325 orang.

Turunnya jumlah anak jalanan yang diamankan karena petugas Dinas Sosial kerap melakukan operasi dan pembinaan kepada para PMKS. Sehingga memberikan efek jera.

“Jadi pas ditangkap, pihak Dinsos kasih pembinaan agar mereka sadar perbuatan mereka tidak baik, sehingga tidak mengulangi perbuatannya kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Cecep Suherlan menambahkan, mereka memilih Kota Bekasi karena berbatasan langsung dengan Ibu Kota DKI Jakarta. Perekonomian di Kota Bekasi, menurut Cecep, juga mulai hidup yang diperkuat dengan banyaknya perumahan cluster dan pusat perbelanjaan.

“Karena perekonomian masyarakat di sini mulai membaik, mereka memanfaatkan peluang itu dengan mencari belas kasihan warga,” katanya.

Guna mengantisipasi hal serupa, pihaknya telah mengerahkan 30 personel untuk bersiaga setiap hari. Dari pagi, siang hingga malam anggotanya akan selalu patroli. “Ya itu kita lakukan karena keberadaan mereka sangat meresahkan masyarakat dan penumpang angkutan umum di Kota Bekasi,” tandasnya. (pay)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close