Lingkungan

Melihat Antusias Adopsi Anak di Kota Bekasi Tahun 2018 Menurun, Aturan Diminta Diperketat

Radarbekasi.id – Memiliki seorang anak merupakan dambaan bagi pasangan suami istri. Sehingga, berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan keturunan. Jika belum bisa, maka mengadopsi anak menjadi salah satu pilihan.

Di Kota Bekasi, jumlah pengadopsi anak cukup banyak. Meskipun tahun 2018 lalu mengalami penurunan, namun tidak menyurutkan warga untuk mengadopsi anak. Dinas Sosial Kota Bekasi mencatat ada 18 anak yang diadopsi di tahun 2018, sementara 2017 lalu ada 19 anak yang diadopsi.

“Jumlahnya hanya turun satu anak saja yang diadopsi pada 2018 lalu,” kata Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi Agus Harpa.

Agus mengatakan, banyak alasan di kalangan orangtua yang ingin mengadopsi seorang anak. Namun yang paling utama karena tidak memiliki keturunan pasca beberapa tahun menikah. Bahkan beberapa di antaranya tidak bisa memiliki anak karena persoalan medis.

Selain itu, mengangkat anak juga bertujuan untuk mempertahankan ikatan perkawinan atau kebahagian keluarga. Di sisi lain, orangtua yang belum memiliki keturunan secara biologis sengaja mengangkat anak agar ada yang mememiliharanya kelak kemudian di hari tua.”Guna mengisi kehidupan keluarga, akhirnya mereka mengadposi seorang anak,” jelas Agus.

Agus menjelaskan, mengadopsi anak telah diatur oleh tiga payung hukum yakni UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 110 tahun 2009 tentang Persyaratan Pengangkatan Anak.

Karena itu, kata dia, ada mekanisme yang perlu dilalui calon orangtua yang hendak mengadopsi anak. Berdasarkan tiga payung hukum itu, maka syarat anak yang boleh diadopsi adalah belum berusia 18 tahun, merupakan anak terlantar, berada dalam asuhan keluarga atau lembaga pengasuhan dan memerlukan perlindungan khusus.

Sedangkan persyaratan bagi orangtua yang ingin mengadopsi anak ada 13 point. Di antaranya harus sehat jasmani dan rohani, berumur paling rendah 30 tahun dan paling tinggi 55 tahun, beragama sama dengan agama calon anak angkat, berkelakuan baik, berstatus menikah paling singkat lima tahun, bukan pasangan sejenis.

Kemudian tidak atau belum memiliki anak atau hanya memiliki satu orang anak, kondisi ekonomi dan sosialnya dalam keadaan mampu, memperoleh persetujuan anak dan izin tertulis orangtua atau wali anak, membuat pernyataan tertulis, hingga memperoleh izin menteri atau kepala instansi sosial setempat.“Setiap anak yang diadopsi akan kita terus pantau perkembangannya dengan orangtua baru. Jadi kita tetap melakukan pengawasan,” ungkapnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Heri Paerani mengatakan, pemerintah daerah sebaiknya lebih ketat memberlakukan aturan adopsi anak. Tindakan itu untuk mengantisipasi adanya perdagangan anak. “Kalau semua prosedur dan aturannya dibuat ketat tidak ada penyalahgunaan adopsi,” katanya.

Heri berharap, seluruh calon pengadopsi bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan pemerintah dalam mengangkat anak asuh. Salah satunya mendatangi dinas sosial untuk mendapat rekomendasi. “Jangan sampai calon anak itu malah jatuh ke orangtua yang salah, maksudnya malah si anak itu diterlantarkan juga nantinya,” jelasnya. (Pay)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker