Kriminal

Ditangkap Saat Transaksi *Dua Penjual Senjata Api Diringkus Polisi

Radarbekasi.id – Dua pelaku penjual senjata api rakitan diringkus oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Bekasi Utara. Kedua pelaku diringkus saat hendak melakukan transaksi jual beli senjata api dengan petugas
kepolisian yang menyamar sebagai pembeli.

Kejadian berawal anggota buru sergap (buser) Polsek Bekasi Utara mendapatkan informasi dari masyarakat setempat mengenai transaksi senjata api dijalan kampung Irian, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara. Dengan modal aduan masyarakat tersebut pihak kepolisian melakukan penyelidikan.

“Polisi yang menyamar sebagai pembeli sepakat untuk melakukan transaksi dengan tersangka untuk membeli senjata api dengan harga Rp8 juta. “Dengan kita berpura-pura anggota polsek itu berpura-pura sebagai pembeli, terpancinglah mereka di kampung irian dengan janji akan membeli dengan harga 8 juta rupiah, setelah kita grebek memang di sana itu ada tiga orang, saudara agus, daryanto,” ungkap Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Dedi Nurhadi, Selasa (12/2).

Pada saat melakukan transaksi pada hari Sabtu (9/2) lalu, polisi mendapati tiga orang tersangka. Namun hanya dua yang dapat diamankan yakni Agus (26) dan Daryanto (36). Sementara satu tersangka lainnya
Aziz saat ini masih dalam pencarian.

Senjata api rakitan jenis colt ditemukan oleh polisi di dalam jok motor beserta peluru kaliber 38 sebanyak 12 butir terbungkus lakban berwarna putih. Dari hasil penangkapan tersebut polisi langsung mengunjungi rumah kontrakan Aziz di bilangan Ujung Harapan.

Aziz saat itu tidak berada di rumahnya. Namun polisi menemukan satu senjata jenis air soft gun dan 37 butir peluru kaliber sembilan buatan pindad. Saat ini pihak kepolisian masih mengejar tersangka Aziz yang telah dinyatakan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Diketahui, Agus berprofesi sebagai satpam di kantor pos pusat. Dia juga sering melakukan latihan menembak di klub menembak Jaguar Shooting Club di kawasan Cijantung. “Kalau kita lihat ini kan senpi asli ya. Tapi kalau kita lihat ini kan tidak sama jadi modifan lah, jadi antara ini (keseluruhan bagian senjata) dengan steger ini beda,” terangnya.

Salah satu tersangka Agus mengaku senjata tersebut didapatkan dari orang tidak dikenal yang menjanjikannya uang dengan mengantarkan senjata tersebut kepada Aziz. Sebelum ini dirinya juga sering mengantarkan senjata jenis Air Softgun dengan imbalan 200 ribu. “Soft gun 200, kalo ini saya belum pernah, kalau soft gun 200,” katanya.

Dia mengaku kenal dengan Aziz yang menurut keterangannya merupakan teman dari daerah asalnya yakni di daerah Lampung Tengah. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni sepucuk senjata api rakitan jenis colt, sepucuk senjata Air Soft gun jenis bareta, 12 butir peluru kaliber 38, 37 butir peluru  kaliber sembilan dan satu unit motor milik tersangka.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Undang-Undang darurat Nomor 12 Tahun 1951 pasal satu ayat satu dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. (sur)

Related Articles

Back to top button