Opini

Pendidikan Karakter Mungkinkah (1)

Oleh : Medina Siti Almunawaroh, M.Pd

Radarbekasi.id – Negara Indonesia sudah hampir 1 abad merdeka, namun banyak berbagai permasalahan bangsa yang menuntut penanganan bersama, salah satunya adalah tantangan di bidang pendidikan. Secara Demografi penduduk Indonesia 70 persen usia produktif. Komposisi penduduk Indonesia di dominasi oleh usia remaja yang dikenal dengan generasi muda usia sekolah. Kondisi ini akan menguntungkan jika mereka adalah generasi emas berkualitas yang akan membawa bangsa Indonesia maju sejajar dengan negara lain. Namun realita sebaliknya sangat mengkhawatirkan. Seperti dilansir oleh sebuah lembaga survei, ditemukan sejumlah fakta yang sangat mencengangkan, di mana kondisi remaja sangat mengkhawatrikan. Mereka adalah generasi milenial yang menghadapi kenyataan hidup di era digital atau yang lebih di kenal era 4.0 dan harus menghadapi tantangan kehidupan yang sangat berat di era modern.

Fakta-fakta yang terjadi sebagai akibat dampak negatif kemajuan bidang teknologi informasi antara lain adalah:

  1. Sebagian besar anak SD sudah mampu mengakses pornografi
  2. Adanya remaja yang melakukan aborsi
  3. Terjadinya korban kekerasan pada anak
  4. Adanya remaja yang tertular PSM (Penyakit Seks Menular)
  5. Beberapa kalangan Remaja melakukan hubungann Seks di luar nikah
  6. Sering terjadinya kasus pemerkosaan hampir di semua provinsi dan adanya kekerasan Seksual di sekolah ataupun kasus Incest
  7. Adanya pergeseran nilai dan kurang waktu dalam keluarga dan kurangnya komunikasi dengan orang tua
  8. Kecanduan gadget dan beban kurikulum yang sangat berat serta kasus kekerasan anak di sekolah (Bullying)

 

Ketidakmampuan anak menghadapi tantangan era digital menyebabkan mereka mengalami suatu kondisi yang di sebut BLAST (Borred, Lonely, Afraid, Angry, Stess, Tired) BORRED (merasa bosan dengan Rutinitas pembelajaran sehari-hari), LONELY (merasa sendiri dan pendiam), AFFRAID (wataknya penakut, tidak berani bicara dengan orang tua), ANGRY (Marah akibat tidak puas terhadap situasi dan keadaan), STRESS (merasa tertekan dengan situasi lingkungan), TIRED (lelah sebagai akumulasi dari rasa tertekan atau stres). Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan terjadi.

Mengutip dari UU Sisdiknas pasal 1 ayat 1 tentang definisi Pendidikan: “Bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, Kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara“. Maka jelas bahwa kualitas pendidikan mutlak menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat di negeri ini.  Kualitas Pendidikan bergantung pada peran serta semua stake holder atau pihak-pihak maupun semua elemen masyarakat bangsa dan negara indonesia tercinta ini.

Berbicara mengenai pendidikan abad 21 (21st The Century), alangkah bijak jika kita sependapat bahwa pendidikan sukses adalah pendidikan yang dapat mengantarkan siswa/siswi  menjadi manusia yang bertaqwa (Religius), berkepribadian matang, berilmu mutakhir (Kekinian) serta berprestasi (Integritas), mempunyai Kebangsaan (Nasionalis), berwawasan global dan mandiri.

Pemahaman mengenai sukses pendidikan bisa diukur dari output, proses, dan outcome nya yaitu menghasilkan siswa/siswi menjadi seseorang yang memiliki ciri-ciri tersebut yaitu; 1) Bertakwa, 2) Berkepribadian matang, 3) Berilmu dan berprestasi, 4) Berwawasan kebangsaan  (nasionalis) serta memiliki wawasan global. Terdapat 5 sumber karakter bangsa yang perlu ditanamkan kepada siswa/siswi di seluruh Indonesia dari mulai jenjang rendah sampai jenjang yang paling tinggi. Lima sumber itu adalah: Agama, Falsafah Bangsa, Kebudayaan NKRI, UUD 45, dan Bhineka Tunggal Ika. Namun sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman di mana dunia memasuki era keterbukaan informasi,  maka harus diwaspadai adanya pergeseran nilai-nilai atau norma-norma. Kemajuan di bidang informasi dan teknologi akan membawa dampak positif tetapi juga dampak negatif nya yang sulit dibendung. Dampak negatif yang muncul diantaranya adalah adanya pergeseran nilai Sosial, Ekonomi, Kekuasaan, bahkan adanya pergeseran nilai Agama. (bersambung)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button