Kesehatan

RS Penerima KS Dipangkas

Radarbekasi.id – Sebanyak 27 Rumah Sakit di Kota Bekasi tidak lagi bisa menerima pasien dengan fasilitas Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Pasalnya, Rumah Sakit tersebut sudah memutus kerjasama dengan pemerintah Kota Bekasi.

Sebelumnya jumlah rumah sakit di luar maupun di dalam Kota Bekasi yang bekerja sama dengan KS NIK berjumlah 64 tumah sakit. Namun keluarnya surat dari DInas Kesehatan Kota Bekasi mengenai daftar rumah sakit yang bekerja sama dengan KS-NIK pada delapan Februari kemarin, hanya berjumlah 37 rumah sakit yang putus kerjasama dengan pemerintah Kota Bekasi.

Kepala Dinas kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan pengurangan jumlah rumah sakit yang bekerja sama tersebut merupakan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi hingga didapatkan 37 rumah sakit yang dilanjut pada tahun 2019 ini.

“Sebelumnya kita kan 64 baik yang di daerah maupun yang di luar daerah, saat ini ada 37 yang terus dilanjut ke 2019,” katanya, Senin (11/2).

Evaluasi ini dijelaskan oleh Tanti berkaitan dengan pemberian pelayanan kepada masyarakat dan upaya Pemerintah Kota Bekasi untuk memanfaatkan dan memaksimalkan pelayanan di puskesmas dan RSUD Kota Bekasi.

Saat ditanya mengenai alasan puluhan rumah sakit yang tidak dilanjutkan kontrak kerja samanya tersebut apakah berkaitan dengan pelayanan yang buruk, Tanti  menyangkal pertanyaan tersebut. Menurutnya, banyak alasan lain.

“Tidak seperti itu juga, itu tadi ada beberapa hasil evaluasi pertama adalah pemanfaatan pelayanan kesehatan yang sudah ada, baik puskesmas, kita tau puskesmas ada di semua kelurahan, sayang kalau tidak dimanfaatkan, ini harus dimanfaatkan,” tukasnya.

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kota Bekasi Irwan Heriyanto mengatakan,  dikuranginya jumlah rumah sakit yang bekerjasama dengan KS-NIK tersebut  hasil dari evaluasi yang dilakukan oleh dinas kesehatan Kota Bekasi.

Hasil evaluasi yang disampaikan kepadanya adalah usaha untuk memaksimalkan rumah sakit-rumah sakit tipe D yang berasal dari puskesmas rawat inap.

“Evaluasi dari dinas kesehatan atau pemda mungkin seperti itu, karena juga rumah sakit tipe D, jadi rumah sakit yang deket dengan rumah sakit tersebut di non aktifkan karena lebih fokus mungkin dengan
puskesmas yang jadi tipe D itu ,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu rumah sakit yang memutus kerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi yakni rumah sakit Juwita, membenarkan pernyataan tersebut. RS yang berada di jalan Hasibuan ini tidak lagi melayani KS-NIK mulai tanggal 1 Maret mendatang. “Ya benar, mulai tanggal satu maret nanti sudah tidak lagi,” ungkap salah satu pegawai rumah sakit saat ditemui Radar Bekasi. (sur)

Related Articles

Back to top button