Cikarang

Kementerian Perindustrian Dorong Bank Sampah Jadi IKM

Radarbekasi.id – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mendorong agar bank sampah menjadi Industri Kecil Menengah (IKM)> Karena, dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Hal itu disampaikan saat kegiatan workshop bertajuk “Penyusunan Skema Pengelolaan Sampah Elekctronic Waste Di Sektor Industri” yang dihelat di salah satu hotel di Kabupaten Bekasi, Rabu (13/2). Kegiatan tersebut dihadiri para pengurus bank sampah di Kabupaten Bekasi.

Kepala Pusat Industri Hijau pada Kementrian Perindusrian, Tedi Sianturi mengatakan, limbah elektronik berbahaya. Sehingga, perlu ada sosialisasi bagi masyarakat yang melakukan pengelolaan limbah.

Menurutnya, seperti layaknya limbah B3 lainnya, sampah elektronik menimbulkan masalah ketika dibuang, dibakar, atau didaur ulang.

Ketika dibuang di TPA, sampah elektronik menghasilkan lindi yang mengandung berbagai macam logam berat terutama merkuri, timbal, kromiun, kadmium, dan senyawa berbahaya seperti polybrominated diphennylethers (PBDE).

Logam merkuri dikenal dapat meracuni manusia dan merusak sistem saraf otak serta menyebabkan cacat bawaan seperti yang terjadi pada kasus Teluk Minamata, Jepang.

Sedangkan timbal, selain dapat merusak sistem saraf, juga dapat mengganggu sistem peredaran darah, ginjal, dan perkembangan otak anak.

“Oleh sebab itu, kami ingin membuat skema untuk bagaimana sirkulasi ekonomi dari bawah. Bagaimana para penggiat pengelola agar sampah ini bisa bernilai ekonomi. Jadi kita dari pemerintah bisa memberikan kebijakan untuk para penggiat pada pengelolaan sampah ini, meskipun ini ada faktor berbahaya namun tidak membahayakan dengan pengelolaan yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kementerian Perindustrian, Jenri MP Panjaitan menuturkan, pihaknya akan berupaya meningkatkan semangat para pengelola bank sampah.

Ia menyatakan, pihaknya juga berupaya agar pengelola bank sampah bisa ditingkatkan menjadi Industri Kecil Menengah (IKM).

“Jadi hasil diskusi ini akan kami tindaklanjuti, apalagi Bekasi ini sebagai kawasan industri. Dan tadi (diskusi berlangsung) dari curhatan bagaimana para pengurus bank sampah bisa menjual hasil kelolaan ke pabrik. Jadi nilainya bisa terjual tinggi,” tuturnya.

Kata dia, limbah elektronik dapat membahayakan ketika tanpa pengelolan dengan baik. Oleh sebab itu, dengan adanya workshop diharapkan dapat memberikan edukasi kepada pengelola bank sampah.

“Sebab limbah elektronik ini juga dapat dijadikan kerajinan tangan, bahkan medali untuk pemenang dalam event olahraga yang berasal dari hasil kelolaan limbah elektronik. Oleh sebab itu, hasil whorkshop ini akan kami tindaklanjuti demi peningkatan ekonomi di Kabupaten Bekasi,” ujarnya. (and/pms)

Related Articles

Back to top button