Life Style

Mengunjungi Café Lakone Tidak Melulu Cari Untung, Harga Pas Di kantong

Radarbekasi.id – Sebuah café yang terletak di jalan Veteran, tepatnya tidak jauh dari kantor Kepolisian Resort (Polres) Metro Bekasi Kota, bisa menjadi alternatif warga Kota Bekasi untuk sekedar hangout atau mengabiskan waktu bersama teman dan keluarga. Seperti apa?

Café Lakone, begitulah nama café tersebut dikenal oleh masyarakat sekitar. Minggu (10/2) malam kemarin Radar Bekasi coba untuk mengunjungi café ini, masuk kedalam konsumen akan disuguhi dengan live music yang dendangkan lagu-lagu legenda band Indonesia Koes plus.

Terlihat hadir salah satu personil legenda grup band ini, Yok Koeswoyo bergabung dengan pemain musik lainnya untuk menyanyikan lagu-lagu Koes Plus. Pemilik café, Pody Hartono mengaku sengaja mendatangkan pemain musik termasuk dengan legenda musik ini tentunya tidak cuma-cuma atau gratis. Namun, kehadiran mereka tidak mempengaruhi harga makanan dan minuman yang ia jual sama sekali.

“Kalo café ini hanya penghasilan dari café disuruh mendatangkan seorang legend nggak sanggup, bayarnya berapa tapi ini kebersamaan yang visinya memilih café ini karena cocok, dengan seorang legend Yok,” katanya, kepada Radar Bekasi.

Awalnya café ini merupakan Pujasera yang menyediakan berbagai makanan, konsumennya tidak lain tidak bukan adalah Polisi, pegawai pengadilan negeri, kejaksaan, BPJS, sampai dengan masyarakat yang sedang mengurus SIM.

Melihat itu, Pody menginginkan tidak hanya mereka namun bisa menjadi tempat kunjungan bagi anak-anak muda di Kota Bekasi sehingga ia menyulap tempat usahanya menjadi café pada bulan November 2017 lalu.

“Kalau makanan berat doang anak-anak muda nggak mau masuk, yang kedua nggak nendang, yang ketiga kopi, saya punya saudara tua juga suka ngopi akhirnya saya beli kopi, saya belajar mengenai kopi saya manggil orang yang mengerti mengenai kopi akhirnya saya lihat pasarnya ada karena polisi itu kan kalau tugas ngantuk dan dia kadang-kadang perlu semangat nah itu salah satunya itu,” terangnya.

Café lakone ini menyediakan berbagai makanan, mulai dari makanan barat sampai dengan makanan ringan untuk teman bersantai termasuk kopi sebagai favorite masyarakat saat ini. Pody menuturkan bahwa ia tidak keuntungan namun juga untuk menciptakan suasana yang ramai di Kota Bekasi.

“Harganya sekitar 20 ribuan, ada satu kopi yang lebih murah lagi untuk orang yang hanya nunggu buat SIM atau apa itu ada kopi jadul berkisar harganya 8 sampai 10 ribu doang,” ungkapnya.

Nama Lakone ini cukup filosofis, awalnya Pody menjelaskan kone merupakan bentuk kerucut, ia mengaku menyukai bentuk-bentuk kerucut dan segitiga. Pasalnya, ia menulai bentuk kerucut dan segitiga ini menggambarkan satu tujuan meskipun dibagian bawahnya menunjukkan
bentuk yang lebar.

Menengok Bahasa Spanyol, ia menambahkan La dibagian depan sehingga menjadi Lakone, sementara di sisi lain pun Lakone ini memiliki arti dalam Bahasa Jawa yakni pemeran utama. Pody membebaskan masyarakat untuk membaca dan mengartikan Lakone ini. (sur)

Related Articles

Back to top button