EventWanita

Coklat Laris, Bunga Layu

Radarbekasi.id – Momen valentine’s day atau hari kasih sayang,  dimanfaatkan pedagang bunga di Kota Bekasi untuk meraup untung besar. Namun sayangnya, tidak sesuai yang diharapkan. Sejumlah pedagang mengaku sepi pembeli.

Salah satu pedagang Bunga di jalan Hasibuan, Kota Bekasi, Parwo (42) mengaku, pembeli bunga pada hari valentine ini bisa dihitung jari, ia mengaku pembeli bunga pada hari valentine mulai jarang sejak tiga tahun terakhir.

“Semakin kesini, valentine semakin sepi, gak kaya tahun-tahun kemarin, udah tiga kali valentine agak kurang, semenjak ada larangan-larangan itu,” katanya kepada Radar Bekasi.

Sampai dengan pukul 12.00 WIB kamis siang kemarin, dia mengaku baru satu sampai dua orang yang datang untuk membeli bunga. Sementara jumlah lebih banyak ditunjukkan pada penjualan secara online, sekitar 20 rangkaian bunga sudah terjual melalui online.

Untuk satu tangkainya dijual seharga Rp10 ribu, sementara untuk rangkaian bunga dihitung pertangkai. Jika dalam satu rangkaian bunga berisi 5 bunga maka harganya berkisar Rp50 ribu. Sementara harga cukup signifikan jika membeli secara online, untuk satu rangkaian bunga mencapai harga sekitar Rp100 ribu untuk rangkaian berisi lima tangkai bunga. “Kalau yang pesen online ada sekitar 20. Tapi yang datang langsung kesini baru satu sampai dua orang,” ungkapnya.

Berbeda dengan bunga, coklat justru di buru remaja. Pantauan Radar Bekasi di salah satu mini market di jalan Hasibuan menunjukkan peningkatan masyarakat terutama anak muda membeli coklat. ”Ada banyak yang beli, ini aja habis,” ungkap salah satu karyawan mini market, Muhammad Wahyudin seraya menunjukkan kardus coklat dihadapannya sembari mengaku, harga coklat di mini market ini bervariasi, mulai dari Rp8 ribu hingga harga yang paling mahal Rp24.500.

Salah satu pria yang terlihat sedang memilih-milih bunga untuk diberikan kepada kekasihnya, Reno Kamal mengatakan, bunga dan coklat yang sudah ia pegang akan diberikan kepada kekasihnya sebagai bukti cinta.

“Spesial gitu lah ada faktanya gitu, jadi buat cowo ya sebenernya ya nurut-nurut aja cuman buat simbolis aja sih buat ngebuktiin aja kalo bener-bener suka. Iya (ngasih pacar) buat ngasih,” ucap Reno.Menanggapi larangan untuk merayakan valentine, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi ini mengaku dilarang dalam agamanya. Namun lantaran tren di tengah pergaulan ia pun ikut-ikutan.“Sebenarnya kalau tanggapan larangan-larangan gitu sih kalo dalam Islamkan nggak dibolehin juga. Cuma namanya juga orang tren-tren gimana gitu kan zaman now, ikut-ikutin aja sih walaupun nggak boleh tapi kan namanya hari kasih sayang gitu kan. Tapi ya dukung juga sih larangan itu,” terangnya.

Satu pembeli lainnya yang diketahui masih menggunakan seragam sekolah Leisha mengaku, membali Bunga untuk mengungkapkan kasih sayang. Menurutnya hari valentine ini tidak selalu mengundang untuk berbuat tidak baik. “Kalo menurut aku ini nggak ada negatifnya sih jadi nggak papa,” singkatnya.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi belum bisa memastikan akan merazia hotel melati dan indekos saat Hari Valentine. Sebab aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwal) ini belum mendapat permohonan pendampingan razia dari dinas terkait.

“Mungkin kalau ada surat permohonan dari Dinas Sosial kami akan bantu mendampingi proses razia,” kata Sekretaris Satpol PP Kota Bekasi, Lindon.

Lindon mengatakan, lembaganya tidak bisa menggelar operasi tanpa adanya dasar atau permohonan dari instansi terkait. Apalagi operasi seperti ini yang memiliki sektor potensial atau leading sector adalah Dinas Sosial.

Sementara penindakan yang dilakukan Satpol PP bertujuan untuk menciptakan kondisi daerah yang tentram, tertib, dan teratur. Sehingga roda pemerintahan dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat melakukan kegiatan dengan aman. “Sampai saat ini belum ada permintaan, tapi kalau ada permintaan dari mereka tentu akan kita lakukan. Lagipula walaupun ada (razia) tidak akan kita publikasi,” imbuhnya. (sur/Pay)

Related Articles

Back to top button