Berita Utama

Pengawasan Dilakukan Sebulan *Larangan Perayaan Valentine’s Day di Sekolah

Radarbekasi.id – Sejumlah sekolah di Bekasi melarang anak didiknya untuk merayakan valentine’s day atau hari kasih sayang. Pasalnya, kegiatan ini dinilai lebih banyak membawa dampak buruk di banding sisi baiknya.

Wakil Kepala Madrasah Aliyah (MA) Al-Islah, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Utara Endang Rosadi mengatakan, valentine’s day lebih mengarah pada dampak negatif. “Karena memang arah dari positifnya jauh. Lebih banyak mudarat-nya. Karena paradigma pelajar terhadap hari valentine itu adanya cuma fun-nya saja. Kalo ditarik dari sejarahnya, hari valentine bukan tradisi Islam,” kata Endang, Kamis (14/2).

Dia mengaku selalu mengingatkan kepada para siswa agar tidak terbawa dengan tradisi-tradisi di luar ajaran Islam, seperti valentine’s day ini. “Bahkan kalau bisa difatwakan haram saja (valentine’s day itu),” ungkap Endang.

Di era digital seperti sekarang, pelajar diharapkan lebih banyak mengkaji secara literasi mengenai informasi yang didapat agar tidak terjebak dalam budaya yang berdampak buruk bagi mereka. “Kajian secara literasi sangat penting menurut saya. Agar tahu asal-usul kegiatan tersebut,” katanya.

Hari Kasih Sayang, menurut Endang, bisa dikonotasikan sebagai hari kebebasan. Padahal, dalam agama Islam sudah diajarkan bahwa berkasih sayang itu harus setiap hari, bukan hanya pada hari-hari tertentu. “Makanya, bagaimana pun caranya agar hari valentine ini tidak dijadikan momentum yang akan berdampak negatif untuk para pelajar,” katanya.

Nazmuddin (16), siswa kelas XI jurusan IPS MA Al-Islah, mengatakan bahwa valentine’s day bukan bagian dari ajaran Islam. Menurutnya, karena ia bersekolah dengan latar belakang Islam, hal tersebut bukan menjadi bagian dari tradisi di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. “Karena pihak sekolah juga melarang valentine’s day dirayakan di sekolah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengaku sudah memberikan surat edaran kepada seluruh sekolah untuk tidak merayakan valentine’s day kepada anak didiknya.

“Walaupun suratnya dibuat saat hari perayaan, tapi tetap kita minta sekolah mengawasi anak didiknya sampai akhir bulan Februari ini,” katanya.

Dia mengaku, pengawasan dilakukan sampai akhir Februari. Karena nuansa Hari valentine biasanya masih terasa sampai pergantian bulan. Untuk menghindari hal negatif terjadi di kalangan pelajar, dia meminta agar pihak sekolah mengawasi peserta didiknya.

“Bila ada yang terbukti melakukan perayaan itu, kita tidak bisa memberikan sanksi. Namun sanksi kita berikan ke orangtuanya masing-masing dan kita hanya memberikan pemahaman tentang budaya luar ini,” ujarnya

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzi menambahkan, Valentine Day merupakan budaya luar yang tidak sesuai dengan ajaran agama, norma sosial maupun budaya nasional Indonesia. Himbauan ini bahkan diperkuat dengan surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tertanggal 12 Februari 2019.

“Dalam surat bernomor 430/2234-Set Disdik ini, pemerintah provinsi mengimbau kepada para sekolah di wilayah administrasi Jawa Barat agar tidak merayakan hari valentine di lingkungan sekolah.” kata Ali. (cr45/pay)

Related Articles

Back to top button