Lingkungan

Sampah Bambu, Pemkot Diminta Tegas

Radarbekasi.id – Puluhan kubik sampah menumpuk di Bendungan Koja  perbatasan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor. Tumpukan sampah berupa bambu  tersebut  menjadi pemandangan setiap habis hujan. Bendung Koja ini berada di hulu kali Bekasi dimana titik ini merupakan pertemuan dua liran sungai yakni sileungsi dan cikeas.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah Kota Bekasi diminta tegas untuk menyelesaikan masalah ini. Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman mengatakan hujan lebat yang berlangsung cukup lama pada Jum’at (15/2) malam hingga sabtu dinihari menyebabkan aliran sungai cikeas meluap.

Dia menjelaskan ketingguan di titik pantau KP2C di sungai Cileungsi pada hari Sabtu hanya 330cm, sementara di titik pantau KP2C di pertemuan sungai cileungsi cikeas tertinggi 550cm.

“Kejadian ini cukup unik dan menjadi bahan evaluasi KP2C kedepan untuk menetapkan titik-titik berpotensi banjir terkait tinggi muka air cikeas cileungsi. Sejak tahun 2015 tinggi muka air cikeas kemarin yang tertinggi, mencapai 417cm di alat ukur fiscal milik KP2C” katanya, Minggu (17/2) di Bendungan Koja.

Menurutnya, tumpukan sampah yang terlihat didominasi oleh bambu  tersebut sudah terjadi enam kali sejak musim hujan kali ini. Meskipun ada beberapa sampah rumah tangga yang nampah diantara tumpukan bambu tersebut.

Ia meminta kepada pemeirntah baik Kota Bekasi maupun Kabupaten Bogor untuk mencari penyebab tumpukan sampah ini.  Dia memperkirakan sampah-sampah bambuini berasal dari bekas pembebasan lahan atau proyek.

“Pemerintah harus mencari penyebabnya, kalau ada dan terbukti pemerintah harus menindak tegas. Ini bisa jadi hasil dari pembebasan lahan atau proyek karena ada dua macam bambu, pertama bamboo yang sudah terpotong rapih, kedua bambu yang masih ada ranting-rantingnya,”tegasnya.

Sementara itu dilokasi kejadian, pasukan katak dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi nampak sedang membersihkan tumpukan bambu tersebut, total ada 15 pasukan katak terdiri dari dua regu yang diturunkan untuk membersihkan tumpukan sampah bambu tersebut.

Pengawas pasukan katak dinas LH Kota Bekasi, Mansur disaat yang sama mengatakan air di kali Bekasi mengalami kenaikan debit air sejak Sabtu dinihari tepatnya pukul 02:00 WIB hingga pukul 09:00 WIB.

Pihaknya mengaku belum mengetahui sumber dari sampah bambu yang kerap menumpuk di bendung koja tersebut.“Asalnya kita belum tahu, tapi sungai Cikeas kan identiknya dengan bambu ya jalurnya, jadi bisa kemungkinan dia ini longsoran bamboo ditepi-tepi sungai,” katanya.

Diketahui pada hari Sabtu lalu, total empat perumahan terendam banjir yakni dua perumahan di kawasan Kabupaten Bbogor dan dua perumahan di Kawasan Kota Bekasi. Bahkan satu proses pemakaman warga sempat terganggu karena lahan pemakaman terendam banjir di kawasan Jatisari.(sur)

Related Articles

Back to top button