Berita Utama

Sempat Molor, Jembatan VI Dibuka

Radarbekasi.id – Setelah molor selama 1,5 bulan, putaran arah (u-turn) Jembatan VI di Jalan KH Noer Alie atau Kalimalang yang ditutup selama 4,5 bulan akan dibuka mulai Senin (18/2) pagi ini. Dibukanya u-turn karena pemasangan pile cap atau pelat penutup tiang terhadap empat pier tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) selesai dikerjakan.

Sebetulnya jadwal pembukaan Jembatan VI, tidak sesuai dengan janji pelaksana proyek kepada pemerintah daerah. PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) selaku pemegang konsesi tol ini awalnya berjanji penutupan Jembatan VI berlangsung selama tiga bulan terhitung Sabtu, 6 Oktober 2018 sampai  6 Januari 2019. Namun jembatan ini baru dibuka 1,5 bulan setelahnya atau pada Senin (18/2) ini.

“Mulai Senin (18/2), rekayasa lalu lintas diberlakukan kembali seperti semula. Sebelumnya Jembatan VI Kalimalang ditutup untuk keperluan pekerjaan tol layang Becakayu,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan, kemarin Minggu (17/2).

Johan mengatakan, selama tiga bulan jembatan itu ditutup  pengendara yang datang dari Galaxy Kecamatan Bekasi Selatan menuju pusat Kota Bekasi terpaksa dialihkan ke Jembatan Caman sejauh 1,7 kilometer. Guna menghindari simpul kepadatan kendaraan di Jembatan Caman, lalu pengendara yang datang dari Jakarta menuju Jatibening juga dialihkan hingga Jembatan Galaxy.

“Kalau persimpangan Jembatan Caman yang dari arah Jakarta menuju Jatibening tetap dibuka, bakal terjadi kepadatan kendaraan. Sehingga untuk menghindari potensi itu, kendaraan dari Jakarta menuju Jatibening dialihkan ke putaran Galaxy sejauh 1,7 kilometer,” jelasnya.

Menurutnya, dengan dibukanya kembali Jembatan VI, maka pengendara yang datang dari arah Galaxy menuju pusat Kota Bekasi bisa langsung berbelok ke kanan atau arah timur. Sedangkan kendaraan dari arah Jakarta tujuan Caman yang selama ini harus ikut memutar di simpang Galaxy, nantinya bisa langsung berbelok ke kanan atau arah selatan di jembatan Caman.

Dia mengakui  molornya pembukaan Jembatan VI, awalnya KKDM meminta penutupan jembatan ini berlangsung selama empat bulan. Namun pemerintah daerah menolak dengan alasan arus kendaraan cukup padat, sehingga bila terlalu lama akan menyusahkan pengendara.

Setelah  berkali-kali menggelar rapat koordinasi, akhirnya diputuskan penutupan Jembatan VI hanya memakan waktu tiga bulan. Sayangnya, janji itu meleset karena konstruksi Pile Cap dan perbaikan elevasi jembatan baru selesai dikerjakan beberapa hari lalu.

“Saya dan Pak Wakil Wali Kota Tri Adhianto Tjahyono sudah sidak ke lokasi pekan lalu untuk mempertanyakan progres proyek Pembangunan Kontruksi Pile, karena Jembatan VI harus segera dibuka demi kemudahan pengendara beraktivitas,” ungkapnya.

Sementara itu Koordinator Lapangan Pengerjaan Proyek Becakayu Cipinang-Jakasampurna, Abdul Khalik mengaku  belum mengetahui secara pasti penyebab molornya pembukaan Jembatan VI akibat proyek tol layang Becakayu. Dia berdalih, pihak yang menangani persoalan tersebut kini sudah dipindah tugaskan ke ruas tol Jakarta-Cikampek.

“Saya cek dulu karena belum tahu pasti dan Senin (18/2) akan ada rapat lagi dengan Dishub Kota Bekasi,” tegasnya.

Sementara itu,  dengan lamanya pembukaan di Jembatan VI, salah seorang pengendara Riesty (33) mengaku, kesulitan melintas selama Jembatan VI ditutup. Dia terpaksa mencari jalan lain lewat Pekayon menuju Summarecon Bekasi Utara karena bila lewat Kalimalang arus dialihkan menuju Jembatan Caman yang jaraknya sejauh 1,7 kilometer sehingga memakan banyak waktu. Selain rutenya lebih jauh, kondisi Jalan KH Noer Alie juga rawan macet dan kontur jalannya banyak yang rusak.

“Sebetulnya lewat Pekayon macet juga, tapi setidaknya lebih baik karena jalannya tidak rusak, kalau saya harus memilih ya lebih baik melintas Jalan Pekayon raya tidak banyak waktu yang terbuang.” kata Riesty.

Dengan dibukanya kembali Jembatan VI ini, dia berharap agar ruas Jalan Kalimalang yang rusak akibat hujan bisa segera diperbaiki. Bila perbaikan jalannya kewenangan pemerintah pusat, dia meminta agar pemerintah daerah berkoordinasi untuk memperbaiki jalan tersebut karena masyarakat yang merasa dirugikan terhadap hal itu.

“Ruas jalan Kalimalang rusak parah apalagi yang di depan Metropolitan Mal arah Jakarta. Jalan di sana berlubang bahkan menjadi kubangan bila hujan turun, saya harap secapatnya untuk di tindak lanjuti biar ga ada warga yang jadi korban di Jalan rusak itu.” harapnya. (Pay)

Related Articles

Back to top button