Olahraga

Diyakini Tak Terganggu

Radarbekasi.id – Penetapan status tersangka Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono alias Jokdri atas dugaan keterlibatan pengaturan skor diyakini tidak mengganggu program PSSI di daerah.

“Tidak berpengaruh. Yang penting berjalan sesuai program yang kita rapatkan bersama wakil ketua exco dan sekjen. Yang penting kita tidak seperti mereka yang tersangkut kasus, kita transparan ketika ada kegiatan pembinaan sesuai kongres yang kita setujui bersama,” ujar Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bekasi, Hamun Sutisna, kepada Radar Bekasi, kemarin.

Lebih lanjut, Hanum mengungkapkan, tertangkapnya mafia pengaturan skor diharapkan bisa memberikan efek jera dan perubahan sepak bola di Indonesia kedepan.

“Secara pribadi saya merasa bersukur, karena dengan tertangkapnya mafia skor bisa membuat efek jera bagi elite mafia bola di Tanah Air,” ujarnya.

Baginya, pengaturan scor yang dilakukan oleh oknum PSSI sudah merugikan dan mencoreng pesepakbolaan yang seharusnya mengedepankan prestasi.

“Ini malah dijadikan ajang judi, makanya kami didaerah menekankan dengan tegas kepada seluruh jajaran pengurus dan wasit jangan melakukan seperti itu,” tegasnya.

Dampak lain dari mafia bola juga sudah berpengaruh pada raihan juara di Liga 1, 2 dan 3 2018. “Yang pasti peraih juara liga 2018 tercoreng, karena juaranya bukan karena prestasi tapi karena faktor pengaturan dan kepentingan salah satu klub tertentu,” katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Bekasi, Muhammad AR. Dia memastikan, programnya tidak terganggu dengan berbagai kasus yang saat ini menjerat pejabat PSSI. (dan)

Related Articles

Back to top button