Berita Utama

FKP2B Tidak Ingin Kecolongan

Radarbekasi.id – Forum Komunikasi Pedagang Pasar baru (FKP2B) tidak ingin kecolongan untuk kedua kalinya terkait harga sewa dalam rencana revitalisasi Pasar Baru Cikarang.

Mereka meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melibatkan para pedagang saat melakukan proses lelang dan penentuan harga sewa pada pengelolaan Pasar Baru Cikarang. Demikian dikatakan Ketua FKP2B Yuli Sri Mulyati.

Ia menyatakan, pihaknya sudah berkomunikasi langsung dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi terkait tindak lanjut dari Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman.

”Jadi kami harap untuk validasi data pedagang serta proses pengkajian lelang dan sistem pengelolaan pasar, Pemkab bisa memfasilitasi para pedagang untuk ikut dalam proses tersebut. Sehingga apabila ada yang nilai memberatkan pedagang, kami bisa melakukan protes,” katanya, Senin (18/2).

Sementara itu, Kepala Bidang Pasar pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Andri menuturkan, pihaknya sudah mulai melakukan pertemuan dengan perwakilan pedagang sesuai sebagai tindak lanjut dari Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombusdman Perwakilan Jakarta Raya.

Andri memaparkan, ada dua hal yang akan dilakuan sebagai langkah awal. Yakni, mengatur proses lelang pihak ketiga yang akan megelola dan membangun Pasar Cikarang, dan melakukan validasi data pedagang yang ada di Cikarang.

Meski demikian, Andri belum bisa menentukan kapan pembangunan Pasar Baru Cikarang akan dimulai dengan kondisi yang sudah kumuh, sebagaimana penilaian dari Ombusdman.

”Ya kita untuk saat ini baru melakukan proses penyusunan lelang, dan validasi data pedagang.Dan untuk kapan dibangunnya kami belum bisa pastikan,” ungkapnya.(and)

Related Articles

Back to top button