BeladiriOlahraga

Gaza Berbagi Pengalaman jadi Atlet

Gaza Berbagi Pengalaman jadi Atlet

Radarbekasi.id – Tingkatan untuk menjadi atlet terbilang panjang. Perlu ekstra dalam menjalani latihan. Gaza mengungkapkan, perjuangan awalnya bisa menjadi atlet Kempo.

“Saya menggeluti kempo di umur 9 tahun, kelas 4 SD. Saat itu tahun 1999. Masa kecil saya yang seharusnya hari Minggu nonton film kartun dan main sepuasnya, waktu saya tersita oleh latihan beladari shorinji kempo,” ungkap Gaza, kemarin.

Menjadi atlet Kempo tak terlepas dari dorongan Ayahnya, Panji Riayoelizaq. Orang tuanya itu merupakan Kenshi yang juga menjadi pengurus kempo di daerah, provinsi, dan pusat.

“Saat ini ayah saya fokus mengurus organisasi di pusat yaitu PB Perkemi,” ujar atlet 29 tahun tersebut.

Atas kerja kerasnya menjalani latihan, Gaza kemudian mulai menjadi atlet pada 2003 hingga kini. Tentunya dia juga berusaha menjaga stamina dan fisik.

Sebab, hanya mengandalkan program latihan tidak cukup untuk menjadi atlet. Karena fisik tidak akan terjaga bila latihan hanya dijalankan di program klub atau cabang olahraga.

“Bagi saya kurang cukup, karena dengan mempunyai program latihan tambahan sendiri, itu bisa menjaga stamina dan fisik kita akan terus bugar,” bebernya.

Hal penting lain ialah bisa memahami tiap gerakan dengan cepat. Sekaligus menguasai teknik yang diberikan oleh pelatih.

“Disinilah tahap terpenting lainnya dalam mencapai keinginan menjadi atlet,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, tidak hanya prestasi di event kempo yang bisa di raih oleh Gaza. Dia juga sudah dua kali menyandang tingkatan sabuk hitam 1 Dan termuda pada 2005 di usia 15 tahun dan tingkatan sabuk hitam 3 Dan termuda pada 2012 di usia 21 tahun.

“Saya bangga denggan apa yang saya rasakan dan saya dapatkan di dunia perkempoan bukan hanya di pertandingan, di luar pertandingan pun saya mendapatkan prestasi penghargaan,” ungkapnya.

Adapun raihan prestasi paling terbesar yakni kelas international dua kali kejuaraan dunia. Pada 2013 di Jepang dan di Amerika pada 2017, serta 1 kali SEA Games Myanmar pada 2013. (*)

Related Articles

Back to top button