Cikarang

Pemkab Dinilai Tidak Serius *Penanganan Masalah Pendidikan

Radarbekasi.id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bekasi melakukan aksi unjuk rasa di Gerbang Pintu Masuk Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Senin (18/2).

Mereka menilai Pemkab Bekasi tidak serius menangani persoalan pendidikan yang terjadi di wilayah setempat.

Koordinator Lapangan (Korlap), Sahandri Akbar mengungkapkan, terdapat sekitar sembilan ribu ruang kelas yang mengalami kerusakan. Terdiri dari rusak parah, sangat parah, sedang, dan ringan.

Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan minimnya kepedulian Pemkab Bekasi terhadap kondisi pendidikan.

Mereka menuntuk agar segera dilakukan perbaikan fasilitas pendidikan khususnya di tingkat Sekolah Dasar (SD).

“Kondisi pendidikan yang kurang baik. Terutama, sarana prasana. Padahal anggaran yang digelontorkan dari APBD sebesar Rp5,7 triliun sekitar 30 persenan digelontorkan untuk pendidikan. Namun kenapa, fasilitasnya sangat memprihatinkan ?,” katanya, Senin (18/2).

Pria yang akrab disapa Ibob ini menuturkan, masalah meubeler juga harus menjadi perhatian berbagai pihak.

Karena, kata dia, belum lama ini SDN Cicau 01 yang hanya berkisar beberapa kilometer dari Pemkab Bekasi, dan berhadapan dengan Kantor Desa Cicau, kondisinya sangat memprihatinkan. Karena, ada dua kelas yang ambruk sehingga siswa belajar di gedung olahraga desa setempat. Seharusnya, kondisi SDN Cicau 01 menjadi bahan evaluasi bagi pemangku jabatan.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi sekolah adik – adik SDN 01 Cicau, belum lagi masalah SDN Ridhogalih yang harus belajar di gudang. Oleh sebab itu, kami berharap ini harus menjadi evaluasi pada masa kepemimpinan Plt Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Pemkab Bekasi, Edward Sutarman menuturkan, masalah pendidikan tengah dalam proses pembangunan dan perbaikan. Kata dia, bangunan sekolah yang rusak akan segera diperbaiki.

Selain itu, masalah rubuhnya Cicau 01 tengah dalam proses perbaikan yang melibatkan pihak pengembang melalui program Corporate Sosiality Responbility (CSR).

“Pemkab Tahun ini akan komitmen memperbaiki sekolah – sekolah yang rusak. Namun dalam hal ini kami akan lakukan bertahap. Karena keterbatasan anggaran, rencananya Pemkab juga akan menggandeng pengembang melalui program CSR,” ujarnya.(and)

Related Articles

Back to top button