Berita Utama

Tanda Tangan Diganti Barcode

Radarbekasi.id – Kedepan nanti, Kartu Keluarga (KK) dan Akte kelahiran tidak lagi dibubuhi dengan tanda tangan kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi, namun akan diganti dengan barcode.

Ya, sejak tanggal 14 Februari kemarin,pemerintah Kota Bekasi melakukan uji coba penggunaan tanda tangan secara elektronik dalam pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran (Akte) dengan menggunakan Barcode.

“ Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Dukcapil mengeluarkan terobosan  Tanda tangan elektronik yang dibubuhkan nanti berupa barcode yang akan sulit untuk dipalsukan.”kata Kepala Dinas Kependudukan dan catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Taufik Rachmat Hidayat.

Menurutnya,  Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sudah memastikan bahwa Barcode yang dipakai sebagai penggati tanda tangan dinyatakan Asli dan tidak bisa di palsukan.“Kalau pun ada yang memalsukan,  berarti pihak lain memalsukan Dokumen Negera dan itukan yang punya BSSN. Artinya BSSN ini mempunyai kekuatan yang lebih.” kata Taufik kepada Radar Bekasi, kemarin Senin.

Untuk mengetahui bahwa KK atau Akte yang di buatnya asli atau palsu, menurutnya angat mudah. Pemeriksaan menggunakan Barcode  dengan Aplikasi Android. Jika warga sudah menerima KK dan Akate, Taufik meminta warga segera memeriksanya. Jika Barcode tidak muncul, maka dipastikan palsu.

 “Untuk keasliannya itu tidak perlu di jaga, justru yang harus di jaga itu Stempel yang bisa di buat. Tanda tangan bisa ditiru, kalau Barcode mau ditiru gimana, setiap Barcode yang di terbitkan terhadap KK dan Akte itu berbeda. Misalnya antara si A dan si B Brcode nya beda.” Ujarnya.

Dalam memberikan Barcode ke setiap KK dan Akte, langsung disetujui oleh Kadisdukcapil. Karena. Lanjut Taufik,  hanya Kadis yang di berikan wewenang oleh BSSN sehingga pihak kecamatan tidak bisa menyetujui atau memberikan barcode secara langsung tetapi harus disetujui oleh Kadis Dukcapil.”Jadi saya yang bertanggungjawab terhadap hal itu, tidak bisa kecamatan mewakili saya.”ungkapnya.

Dia meminta  masyarakaty tidak usah khawatir dangan Barcode yang sekarang ada di KK dan Akte. Karena barcode yang di pakai, menurutnya sudah masuk dalam Digital Progres dan ini malah akan lebih sulit untuk di pasukan.“ Stempel bisa di Buat tandatangan bisa ditiru tetapi kalau barcode saya rasa sulit karena BSSN sendiri sudah mengacaknya jadi itu akan muncul sesuai datanya.” tukasnya.

Sementara itu, salah satu ketua Rukun Warga (RT) Samsudin (40) mengatakan, Barcode yang ada di KK dan di Akte yang sekarang ini menggantikan Stempel dan tandatangan, bisa saja barcode itu dipalsukan oleh pihak lain.

“saya belum tahu untuk memastikan asli atau palsu KK dan Akte dengan menggunakan Barcode. Karena yang saya lihat di masyarakat tidak perduli mau asli atau palsu, dan yang penting di lingkungan warga saya KK dan Aktenya sudah jadi.”katanya.

Maka dari itu, dirinya meminta kepada pihak terkait untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mengenali Asli atau Palsu KK dan Akte yang dimilikinya yang sudah menggunakan Barcode, agar masyarakat tahu keasliannya KK dan Akte mereka.

“Kalau di warga saya paling cuma buat daftar sekolah saja tidak ada yang memeriksa asli atau enggak nya. Saya enggak tau bisa di cek di  aplikasi, yah jaman sekarang bang apa yang ga bisa di palsukan, uang aja bisa di palsukan apalagi barcode. Kalau saya sih lebih bagus dengan menggunakan tandatangan dan Stempel kita lebih yakin,  kalau barcode warga banyak yang gak mengerti.” tandasnya. (Pay)

Related Articles

Back to top button