Pelayanan

Tarik Ulur Pembukaan Jembatan VI

Mundur Sebulan, Usia Beton Jadi Kendala

Radarbekasi.id – Sejumlah warga Kota Bekasi yang biasa melintasi jembatan VI di jalan KH Noer Ali mengaku kecewa. Pasalnya, sesuai jadwal jembatan tersebut akan dibuka senin pagi kemarin. Namun, setelah waktu yang ditentukan jembatan tersebut belum juga dibuka.

“Katanya mau dibuka pagi ini, tapi ini kok masih ditutup.”Kata salah seorang warga perumahan Galaxy, Agus kepada Radar Bekasi, kemarin.

Pantauan Radar Bekasi senin pagi kemarion,  Jembatan VI terlihat masih tertutup. Sehingga para pengendara yang ingin memutar dari Galaxy menuju Pusat Kota Bekasi kembali memutar hingga 1,7 Km tepatnya di Jembatan Caman.

Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi Johan Budi Gunawan mengaku, pihaknya sudah mendapat ditundanya pembukaan jembatan tersebut,”Pembatan VI yang harusnya dibuka pagi ini terpaksa ditunda sampai malam hari dengan alasan umur beton. Itu kata pihak pelaksana proyek,” kata Johan,  Senin (18/2) pagi.

Pihaknya menyayangkan kejadian ini,  karena selama berkali-kali rapat dengan pelaksana proyek, mereka tidak pernah menyampaikan jadwal pembukaan Jembatan VI pada malam hari. Sementara Dinas Perhubungan Kota Bekasi beranggapan Jembatan VI akan dibuka pada pagi hari dengan menyesuaikan dimulainya aktivitas masyarakat.

“Harusnya disampaikan dalam rapat waktu itu sehingga kami tahu, kapan waktu tepatnya untuk membuka jembatan VI itu.”tukas dia, dengan wajah tidak semangat.

Selain itu, Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi Bambang Normawan Putra mengaku, pihaknya tidak bisa membuka begitu saja karena mengangkat separator moveable concrete barrier (MCB) beton memerlukan alat khusus. Di sisi lain, pembukaan Jembatan VI merupakan kewenangan pelaksana proyek selaku penanggung jawab betonisasi jembatan itu sehingga pihaknya hanya menunggu saja kordinasi dari Pelaksana Proyek.

“Tadi kami sudah koordinasi dengan mereka harapannya sore ini harus segera dibuka karena mempertimbangkan kepadatan lalu lintas, yam au tidak mau sore ini harus dibuka.” ungkapnya.

Sementara itu Pimpinan Proyek Pembangunan tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), Denny Subanof menyatakan, Jembatan VI akan tetap dibuka pada malam hari karena menyesuaikan umur beton. Menurut dia, pada malam hari diperkirakan usia beton sudah mencapai 85 persen, sehingga dianggap matang untuk dilintasi kendaraan.

“Kalau pagi dan siang ini, kami belum bisa buka karena khawatir jembatan bisa rusak soalnya usia beton belum memasuki 85 persen,” katanya.

Menurutnya, pihaknya membuka malam hari karena mengacu pada proses betonisasi yang dilakukan juga malam hari. Pada Senin (11/2) malam lalu, kata dia, betonisasi Jembatan VI dilakukan pada malam hari, sehingga idealnya dibuka pada Senin (18/2) malam hari atau sepekan kemudian.

“Kecuali kami membeton pada pagi atau siang, nanti dibukanya juga pagi dan siang, sedangkan kemarin kita membeton pada malam hari sehingga di bukanya ya harus malam hari.” jelasnya.

Ia mengklaim, mutu beton yang digunakan untuk Jembatan VI juga amat baik yakni K500. Mutu beton ini, biasa digunakan untuk komponen jembatan di bagian balok sehingga dianggap kuat menopang beban yang sangat tinggi.

Selain kuat, mutu beton K500 juga lebih cepat kering dibanding dengan mutu beton K350 yang biasa dipakai di jalan raya. Mutu beton K350 biasanya membutuhkan waktu selama 21 hari untuk bisa dilintasi kendaraan.

“Seharusnya kita pakai K350, tapi karena untuk masyarakat kita tingkatkan mutu beton K500. Kualitas beton K500 ini biasanya digunakan di jalan layang, tapi kita pakai di tanah (jalan raya) agar lebih kuat,” ungkapnya.

Sekedar diketahuil, Jembatan VI sempat ditutup selama 4,5 bulan dengan alasan keperluan konstruksi tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di sana. Padahal sebelum ditutup, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) selaku pemegang konsesi tol ini berjanji penutupan hanya berlangsung selama tiga bulan atau sampai 6 Januari 2019 lalu tetapi dari kenyataan di lapangan melebihi dari waktu yang ditentukan. (Pay)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button