CikarangLingkungan

Bangun Ekonomi Warga Lewat Tempat Wisata

Radarbekasi.id – Taman Bunga Matahari Bekasi di Kampung Rawakeladi, Desa Sukamurni. Tempat tersebut sebelumnya merupakan tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Bagaimana bisa ‘disulap’ menjadi tempat wisata?. Berikut Laporannya.

Ketua Kelompok Budidaya Bunga Matahari, Sarman Faisal (34) bersama rekan-rekannya menyulap TPS liar di Desa Sukamurni menjadi tempat wisata. Alasannya, karena hendak menghidupkan ekonomi masyarakat di tempatnya tinggal.

Tanpa bantuan dari pemerintah, di atas lahan seluas 2500 meter persegi, Sarman bersama rekan-rekannya mempunyai ide untuk merubah lahan ini menjadi tempat wisata. Dengan modal dari kantong sendiri, mereka akhirnya membangun tempat tersebut.

Sarman menceritakan, pembangunan tempat wisata itu bermula ketika ia mendapatkan informasi tentang budi daya bunga matahari dari temannya yang berada di Brebes, Jawa Tengah.

Kemudian, ia bersama dengan warga Desa Sukamurni menanam bunga matahari sebanyak dua ribu pohon.

Setelah pohon bunga besar, warga berinsiatif untuk menambah spot lain agar tempat tersebut menjadi lebih menarik.

Alhasil, taman tersebut dilengkapi dengan permainan bebek air, permainan anak, dan beberapa spot foto.

Diakuinya, atas kerjasama warga sekitar, tempat ini berhasil menjadi seperti saat ini. Warga pun ikut membantu menyosialisasikan. Salah satunya dengan melakukan promosi di media sosial.

Untuk kedepannya, kata dia, perluasan lahan menjadi target utama untuk lebih mengembangkan wisata ini. Karena, kondisi lahan masih terbilang minim.

Setelah lahan bertambah, baru bisa dilakukan pengembangan wisata.

“Karena tempatnya masih minim, kita akan perluas dulu tempatnya, agar bisa menambah spot-spot, agar pengunjung tidak bosan,” tuturnya.

Namun, saat ini sudah banyak warga yang berdatangan ke tempat terebut, Dengan biaya masuk yang hanya Rp5 ribu, pengunjung sudah dapat masuk ke Taman Bunga Matahari. (*)

Related Articles

Back to top button