Cikarang

Biaya Sewa Bikin Panik

Radarbekasi.id – Sejumlah pedagang di Pasar Baru Cikarang merasa khawatir dengan biaya sewa yang akan dibebankan usai dilakukan revitalisasi.

Berdasarkan pantauan Radar Bekasi, kondisi bangunan di pasar tersebut memprihatikan. Tidak sebagus sebelumnya.

Sampah berada di lorong-lorong dan tidak diangkat serta berdampak pada pendapatan para pedagang.

Salah satu pedagang, Toni (53) mengatakan, sejauh ini masih terdapat pro kontra antar sesama pedagang terkait dengan revitalisasi.

Karena, sejumlah pedagang meyakini bahwa revitalisasi tersebut akan membuat biaya sewa menjadi tinggi.

Pasalnya, ongkos untuk melakukan revitalisasi tentu tidak sedikit.

Ia khawatir jika pihak ketiga yang ditunjuk Pemkab Bekasi akan mencari untung yang besar dengan membebankan biaya sewa yang besar ke pedagang.

“Dan bukan hal yang mustahil kalau nantinya sudah jadi, kami akan dibebankan biaya yang besar untuk menebus atau sewa toko,” katanya, Selasa (19/2).

Menurut dia, masalah biaya sewa atau menebus ruko merupakan salah satu momok yang menakutkan. Karena kondisi daya beli Pasar Baru Cikarang tidak seperti dulu lagi.

“Saya yakin pasar yang seluas ini pasti membutuhkan modal yang banyak untuk melakukan revitalisasi pasar. Pasti mahal. Kalaupun ada kebijakan kemungkinan hanya melalui cicilan. Tapi bunga bank kan juga tinggi pastinya,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Romlah (43) mengatakan, dirinya sepakat saja dengan kebijakan pemerintah untuk melakukan revitalisasi. Asalkan, biaya sewa ruko tidak begitu besar.

“Karena untuk biaya hidup sehari-hari saja kami sudah pas-pasan, apalagi bila dibebankan untuk pembayaran ruko pasar tentu hal ini akan membebankan kami,” tuturnya. (and)

Related Articles

Back to top button