KesehatanMetropolis

Fokus Kepada Psikis Korban

Radarbekasi.id – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Bekasi meminta kepada semua pihak, untuk lebih memperhatikan kondisi psikis dugaan kekerasan terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) yang dialami oleh JMH belum lama ini.

Ketua LPAI Bekasi, Frans Sitorus mengatakan kondisi psikis anak akan mengalami traumatic jika kasus yang saat ini dalam penyelidikan Polres Metro Bekasi Kota benar terjadi. Menurutnya, meski korbannya merupakan anak berkebutuhan khusus, namun dia mengerti peristiwa yang dialami.

“Dia mengaku, sejumlah anggota LPAI Bekasi sudah mencoba untuk mengikuti perkembangan kasus tersebut. Pihaknya malihat kasus ini masih ditangani kepolisian dan masih ada iktikad baik dari orang tua dan pihak sekolah”.

Namun dia menekankan ke berbagai pihak untuk lebih fokus kepada ABK yang bersangkutan. Pasalnya efek dari hal ini jika memang terjadi akan menimbulkan traumatic panjang, meskipun ketiga rekan JMH mengatakan bahwa JMH terjatuh. “Kalau mereka tidak ditangani secara benar kan itu bisa terbawa sampai dewasa. Itu anak berkebutuhan khusus tapi kan mereka juga punya perasaan,” terangnya.

Sementara itu Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi mengatakan, jika memang luka lebam dikakinya seperti yang diadukan oleh JMH, maka merupakan kekerasan terhadap anak.

“Ini terus terang adalah kekerasan terhadap anak dan sesuai dengan hukum Undang-Undang perlindungan anak, siapapun yang melakukan kekerasan terhadap anak terkena sanksi pidana maksimal tiga tahun enam bulan penjara,” terangnya saat dijumpai di Hotel Horison Bekasi. (sur)

Related Articles

Back to top button