Kesehatan

Mensos Minta ODHA Mesti Dirangkul

Radarbekasi.id – Salah satu pekerjaan rumah pemerintah Kota Bekasi yakni menekan angka Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Pasalnya, kasus Human Immunodeficiency Virus atau HIV di Kota Bekasi meningkat signifikan tahun ini.  Bahkan, di Jawa Barat, Kota Bekasi, memasuki peringkat ke-2 setelah Kota Bandung.

Kondisi ini diakui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Reny Hendrawati usai menghadiri pengukuhan sahabat Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) pertama di Provinsi Jawa Barat di Hotel Horison, Bekasi Selatan, Selasa (19/2).

Reny mengatakan, kasus ODHA di Kota Bekasi ini menginjak angka lebih dari 6.000 jiwa. Angka ini membuat Kota Bekasi menduduki posisi kedua setelah Kota Bandung. Hal ini menurutnya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan masyarakat Kota Bekasi.

“Ya penanganan dan pencegahannya itu kan jelas di kita ada dinas kesehatan, ada dinas sosial itu, itu yang mempunyai kewenangan seperti itu, karena sekarang berkaitan dengan urusan wajib dinas sosial itu ada, urusan wajib sosial di situ ada bicara, karena urusan wajib itu ada dinas kesehatan, ada dinas social, dan kembali juga kepada masyarakat karena bahasanya adalah harus kuat dari keluarga juga ya
penguatan,” terangnya.

Dia juga meminta kepada kementerian sosial untuk membantu pemerintah Kota Bekasi dalam menangani masalah ini. Reni berharap, kasus ODHA yang dikatakan seperti gunung es tersebut dapat ditekan. Selain itu, pola hidup dari masyarakat Kota Bekasi yang sehat, mengingat peran keluarga sangat besar dalam kasus ini. “Ini harus menjadi satu kesatuan ya, ini yang perlu kita ingatkan buat semua,” imbuhnya.

Sementara itu, sebanyak 250 sahabat ODHA dikukuhkan oleh menteri sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, kemarin. Agus mengatakan, tugas dari 250 orang yang telah dikukuhkan siang itu adalah guna membangkitkan kembali semangat ODHA. Kemensos merencanakan pada tahun 2019 ini akan dikukuhkan minimal 1.000 sahabat ODHA di Provinsi Jawa Barat.

“Ini adalah awal dan khusus untuk di Jawa Barat. Nanti ke depan Insya Allah akan kami kukuhkan lagi sahabat-sahabat ODHA yang baru, target kami di dalam tahun 2019 minimal akan dikukuhkan 1.000 sahabat ODHA di wilayah Provinsi Jawa Barat,” kata Agus.

Agus mengatakan, masyarakat yang sudah terlanjur terjangkit HIV/AIDS ini memiliki hak yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Maka tugas dari ODHA memberikan pencerahan atau pemahaman kepada komunitas untuk menghilangkan citra negatif ODHA dan berupaya untuk menghilangkan diskriminasi yang ada ditengah-tengah masyarakat.

“Tentu kita sangat memberikan apresiasi kepada sahabat ODHA, karena mereka ini sebetulnya volunter kesukarelawanan. Mereka memiliki keterpanggilan yang sangat tinggi di dalam rangka menyetop penyebarluasan dari virus dan penyakit HIV AIDS,” terangnya. (Pay)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button