Berita Utama

Dua Bulan TKK Belum Terima Gaji

Terpaksa Pinjam Uang Ke Tetangga

Radarbekasi.id – YD, salah seorang Tenaga Kerja Kontrak (TKK) yang bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi bulan ini terpaksa kembali meminjam uang ke tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, sejak 2 bulan terakhir dia belum menerima gaji dari pemerintah Kota Bekasi.

Tidak hanya itu, pria yang menetap di kecamatan Bekasi Utara ini mengaku, belum menerima tunjangan kerja sejak 3 bulan terakhir. “Kalau untuk gaji di bulan Desember itu sudah saya terima, tetapi Tunjangan Kerjanya yang belum saya terima dari Desember hingga bulan ini. Sedangkan gaji yang belum saya terima itu hanya di Bulan januari dan Februari saja belum terima.” Kata YD kepada Radar Bekasi, kemarin Selasa (19/2).

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia mengaku harus mencari tambahan di luar seperti berjualan. Namun, karena ada kebutuhan mendesak dia juga harus minjam uang ke tetangga. “Kalau di tahun 2017-2018 saya menerima gaji sampai Rp6,3 juta, itu gaji pokok dan Tunjangan kerja. Nah, setelah Pilkada kemarin, saya hanya menerima gaji Rp3,8 juta aja. Saya gak tau apakah tunjangan kerja sudah tidak ada lagi, saya juga belum tau pasti.” terangnya.

Pengakuan serupa juga dikatakan oleh salah seorang TKK yang bertugas di Dinas Perhubungan Kota Bekasi, AD. Dia mengaku harus berputar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, diantaranya meminjam uang ke tetangga maupun kerabatnya.

“Saya udah bekerja masa belum di gaji, seharusnya Pemkot memperhatikan gaji kita sebagai TKK yang penghasilannya kecil. Kalau ada usaha di luar sih ga masalah, saya ga mikirin gaji. Sedangkan saya udah ga ada usaha di luar, ya mau ga mau pinjem sama tetangga untuk menyambung hidup.” keluhnya.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, TKK itu harus kerja terlebih dahulu baru mendapatkan gaji. Untuk menggaji TKK, dia mengaku akan melihat kondisi keuangan KAS Daerah. Selain itu juga, menurut pria yang akrab disapa bang Pepen ini, kondisi tersebut karena kondisi keuangan daerah yang mengalami devisit di tahun lalu.

“TKK harus kerja dulu baru di gaji, karena KAS daerah di 2018 lalu mengalami minus, sehingga KAS daerah kosong. Tahun ini kita coba ambilin pajak dan lainnya, jika sudah terkumpul baru kita bayar gaji mereka.” tegasnya.

Sekedar di ketahui, kondisi keuangan daerah yang mengalami devisit tahun lalu menyebabkan keterlambatan pemberian gaji kepada ribuan TKK di Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan anggaran sebesar Rp51 miliar untuk honor TKK. (pay)

Related Articles

Back to top button