Berita Utama

Dorong Siswa Jadi Pintar dan Benar

*Ponpes Attaqwa Gelar Dialog Pemikiran Pendidikan KH. Noer Alie

Radarbekasi.id – Menyegarkan kembali pemikiran-pemikiran KH. Noer Alie, merupakan sebuah bentuk rasa cinta yang mesti terus dilekatkan di kalangan para guru, aktivis, dan para alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Attaqwa. Pemikiran pahlawan nasional ini ibarat mutiara yang harus terus digali nilai pengetahuannya.

Hal itu terungkap dalam dialog tujuan pendidikan dan fungsi guru yang digelar Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Abiturien Attaqwa (PP IKAA), kemarin. Dialog dengan mengusung tema Membedah Benar dan Pintar dalam Perspektif KH. Noer Alie tersebut, dilaksanakan di Aula Ponpes Attaqwa, di Ujungharapan, Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

“Terlalu banyak pemikiran-pemikiran KH. Noer Alie yang mesti disegarkan. Namun sayangnya pemikiran beliau, yang diibaratkan ‘mutiara’, belum tereksplorasi dengan baik. Attaqwa, dengan cabangnya yang sudah begitu banyak, telah melekat dengan pemikiran dasar KH. Noer Alie. Dan ini akan terus kita lekatkan salah satunya melalui kegiatan seperti ini,” ungkap Ketua Pelaksana, H. Amin Idris, Rabu (20/2).

Dalam dialog ini, dihadiri dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attaqwa Abdul Jabar Majid, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Masykur Hakim dan Abdul Rozak, dan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attaqwa M. Abid Marzuki. Selain itu juga, ratusan peserta dari kalangan kepala, sekolah, ustad, guru, dan mahasiswa.

Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attaqwa Abdul Jabar Majid mengatakan, dalam pandangan KH. Noer Alie tujuan pendidikan adalah mencetak insan yang pintar dan benar. Namun KH. Noer Alie membedakan antara tujuan pengajaran dan tujuan pendidikan. Tujuan pengajaran adalah mencetak manusia yang pintar, dan tujuan pendidikan adalah mencetak manusia yang benar.

“Manusia pintar, menurut Pak KH. Noer Alie, adalah manusia yang mempunyai ilmu pengetahuan dan mampu berpikir, berbicara, berdialog dan bersosialisasi dengan masyarakat dalam kehidupannya,” kata Jabar.

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Masykur Hakim menambahkan, almarhum KH Noer Alie pernah mengatakan, senang jika muridnya menjadi seorang guru untuk menjalankan proses pendidikan dan dakwah Islam kepada masyarakat. Oleh karena itu, hal ini membawa kesan bahwa KH. Noer Alie begitu mementingkan pendidikan bagi umat Islam.

“Dulu Pak Kiyai pernah bilang, Lu kalau sudah tamat dari sini (Attaqwa) gua pengen lu pada jadi guru, jangan jadi PNS. Kalau semua jadi PNS, nanti siapa yang tugas mengajar?” kata Masykur.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attaqwa M. Abid Marzuki dalam literasi pendidikannya, memaparkan, dari perspektif pendidikan, pintar sebagai hasil dari pengembangan potensi. Sedangkan benar sebagai hasil dari transformation of values atau nilai perubahan. Pintar dan benar adalah dua unsur yang bersenyawa membentuk satu kesatuan yang total dan utuh.

“Oleh karena itu pendidikan yang menjadikan pintar dan benar sebagai visi, seperti yang dikatakan KH. Noer Alie, mesti didukung dengan mekanisme yang baik dan solid, baik secara organisasi, grup maupun secara individu,” ungkapnya. (cr45)

Related Articles

Back to top button