Budaya

Mengintip Persiapan Festival Budaya Kota Bekasi 2019

Melibatkan Puluhan Sanggar, Target Masuk Rekor

Radarbekasi.id – Kerangka maskot Abang Bek dan Mpok Asih sudah terangkai sedemikian rupa, tepat samping pintu masuk Fresh Market, perumahan Grand Galaxy, kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Dikawasan fresh market ini lah akan dilaksanakan festival budaya untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi yang ke 22. Dalam festival tersebut, juga dimeriahkan dengan patung Abang Bek dan Mpok Asih yang merupakan maskot Kota Bekasi.

“Pantauan Radar Bekasi, sejumlah pekerja sedang membuat kerangka Abang Bek dan Mpok Asih. Bentuknya belum nampak jelas, masih tulang belulang yang terbentuk dari bambu. Lengan keduanya nampak belum terbentuk, begitupun dengan kepala keduanya yang belum nampak, saat ini baru badan dan kakinya yang sudah bisa menggambarkan bagaimana Abang Bek dan Mpok Asih”.

Maskot di tanam tepat di samping panggung Fresh Market, setelah bagiannya utuh Abang Bek dan Mpok Asih akan dilapisi dengan dakron dan kain vinil. “Ini ditanam maskotnya. di sebelah panggung fresh market. Mascot rangkanya sendiri dari bambu, dilapisi dakron dan kain vinil,” kata ketua paintia festival budaya Kota Bekasi 2019, Setiawan.

Dua boneka yang resmi menjadi maskot kota Bekasi sejak 2017 lalu itu akan memecahkan rekor sebagai maskot dengan tinggi 8,5 meter. Saat ini proses pembuatan maskot berukuran besar tersebut sudah mencapai 60 persen.

Diketahui Bang Bek merupakan boneka pria yang didandani khas Bekasi, diantaranya dengan kostum pangsi hitam dan sandal, tentunya tidak lupa kumis baplang yang melambangkan jawara Bekasi. sementara Mpok Asih merupakan boneka perempuan yang berdandan khas Bekasi dengan kostum encim.

Berkenaan dengan festival budaya, rencananya akan dilaksanakan dua hari yakni Sabtu (9/3) dan minggu (10/3). Rencananya akan ada 30 sanggar pejuang budaya di Kota Bekasi yang akan tampil.

“Sanggar-sanggar pejuang budaya di kota bekasi 30 sanggar, setiap sanggar bisa 5-10 penampilan. dipelopori oleh gerakan moral. Kalau gerakan moral itu forum pejuang budaya. Jadi menyatukan beberapa sanggar untuk kebudayaan,” terangnya.

Beberapa ragam penampilan akan menjadi konsumsi mata masyarakat Kota Bekasi diantaranya tari topeng Bekasi, silat golok terbang, debus, dan abang mpok bekasi. “Inilah yang membedakan perayaan HUT Kota Bekasi ke 22 dengan tahun-tahun yang lalu, lebih kental dengan budaya Bekasi disamping Abang Bek dan Mpok Asih yang secara otomatis akan semakin terkenal.” tandasnya. (sur)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Lihat Juga

Close
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker