Metropolis

Penerima Manfaat PKH Menurun

Radarbekasi.id – Kementerian Sosial menargetkan graduasi Program Keluarga Harapan (PKH) bisa mencapai 8 persen di tahun 2019. Peningkatan target graduasi dibandingkan realisasi 2018 sebesar 6 persen, diharapkan bisa muncul dari kesadaran kelompok penerima manfaat untuk meningkatkan taraf kesejahteraan hidupnya.

Di kota Bekasi, jumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan tahun 2019 ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018 lalu, yakni dari 38.091 penerima manfaat dengan anggaran Rp53.160.160.000 menjadi 36.985 penerima dengan anggaran Rp45,8 miliar (lihat grafis).

Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang menjanjikan akan ada kenaikan pemberian dana bantuan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) tahun depan. Menurutnya, Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) ini dapat meringankan beban belanja pangan hingga 20-25 perse belanja pangan keluarga. Satu keluarga mendapat beras sekitar 10 liter untuk kebutuhan makan dalam satu pekan.

Saat ini, warga mendapat BPNT di kisaran Rp7.000 per bulan dan tahun 2020 mendatang akan ditingkatkan menjadi Rp10.000 per bulan. Dengan begitu, bantuan beras yang diterima keluarga penerima manfaat dapat menghabiskan konsumsi beras BPNT lebih lama lagi, bisa menjadi 10 hari hingga dua pekan.

“Kementerian Sosial sedang memperjuangkan agar indeks BPNT tahun depan akan ditingkatkan ke angka 10.000 sehingga bantuan beras dapat dinikmati hingga 10 hari atau selama dua minggu,” ujar Agus Gumiwang saat menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) kepada 2.000 warga Kota Bekasi dilakukan di Graha Girsang, Jatiasih, belum lama ini.

Mensos memastikan penggunaan dana ini benar ‎tepat sasaran untuk membelanjakan keperluan sekolah kepada anaknya. “Boleh enggak kalau suami ibu minta sepatu baru‎?” tanya Mensos Agus Gumiwang kepada ribuan ibu-ibu peserta PKH. Serentak ribuan ibu-ibu yang berasal dari 12 kecamatan se-Kota Bekasi‎ kompak menjawab, “Tidak boleh”.

Di Kota Bekasi, Kemensos menyal‎urkan dana PKH tahap 1 tahun 2019 kepada 36.985 keluarga dengan nilai Rp45,8 miliar. Sedangkan, Bantuan Pangan Nontunai diberikan kepada 62.613 keluarga dengan nilai mencapai Rp6,8 miliar.

“Keluarga penerima manfaat PKH sebagian besar juga menerima BPNT, itu adalah program komplimenter. PKH sebetulanya bantuan pemerintah yang kondisional ada syarat dan prasyaratnya. Sedangkan, BPNT itu merupakan bantuan pemerintah untuk keluarga prasejahtera untuk mengurangi beban pangan yang dibelanjakan setiap keluarga. Sedangkan, PKH untuk membantu kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga kecamatan Rawalubu Haryanto mengaku, tahun ini sudah tidak lagi menerima PKH. Pasalnya, penghasilannya sebagai penjual es kelapa dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya memilih untuk graduasi sejahtera di tahun 2019 karena sudah buka usaha jualan es kelapa yang modalnya dari bantuan PKH, kondisi perekonomian keluarga kini sudah membaik,” ucapnya.

\Hartanyo menyatakan keputusannya ini sudah bulat, meski nilai bantuan pemerintah tahun 2019 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut dia, masih ada warga lain yang justru lebih membutuhkan bantuan tersebut ketimbang dirinya. Apalagi saat ini Haryanto mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp300.000 per hari dari usahanya berjualan es kelapa di rumah.”Saya bekerja serabutan, jadi alhamdulillah dari usaha es kelapa ini justru bisa membantu perekonomian keluarga,” katanya.

Bagi Hartanyo, bantuan PKH yang selama ini diterimanya sangat bermanfaat untuk memenuhi keperluan sehari-hari, seperti kebutuhan pendidikan, kesehatan keluarga, dan usahanya. Dia berharap penerima PKH lainnya dapat memiliki semangat untuk graduasi sejahtera mandiri sehingga bisa bergantian dengan keluarga lain yang belum mendapatkan bantuan.”Untuk graduasi sejahtera mandiri memang dibutuhkan proses, waktu, dan kesabaran. Namun bila sungguh-sungguh, Insya Allah keinginan kita bisa terwujud,” katanya.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi, Agus Harpa menyebutkan, tahun ini ada 87 penerima PKH di Kota Bekasi yang telah graduasi mandiri. Kini, tinggal tersisa 38.004 kepala keluarga di Kota Bekasi yang menerima PKH.”Anggaran PKH untuk penerima di Kota Bekasi lebih dari Rp110 miliar, naik dua kali lipat karena skema bantuan kali ini berbeda dan ditambah komponen lain,” katanya. (Pay)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker